Beranda
Seputar Publik / Berita

Laba PTPN IV PalmCo Melonjak 88,5% Jadi Rp7,08 Triliun, Raih Penghargaan The Asian Post 2026

Kinerja keuangan tahun buku 2025 ditopang peningkatan produksi CPO menjadi 2,75 juta ton dan penguatan efisiensi operasional.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo, Hilda Savitri, menerima penghargaan Yearly Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary 2026 dari The Asian Post dan Infobank Media Group di Jakarta. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo, Hilda Savitri, menerima penghargaan Yearly Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary 2026 dari The Asian Post dan Infobank Media Group di Jakarta.

Seputarpublik.com || JAKARTA, — PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding dari PTPN III (Persero), meraih penghargaan *Yearly Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary 2026* dari The Asian Post dan Infobank Media Group. Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun buku 2025.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Chairman Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto, kepada Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo, Hilda Savitri, dalam malam penganugerahan di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Capaian tersebut sejalan dengan pertumbuhan laba bersih PTPN IV PalmCo yang mencapai Rp7,08 triliun pada 2025. Angka itu meningkat 88,5 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp3,76 triliun.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan penghargaan dari pihak eksternal menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap upaya transformasi dan efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan.

“Kami menyambut baik penghargaan ini sebagai sebuah pengakuan atas kerja keras seluruh insan PTPN IV PalmCo. Sepanjang tahun 2025, kami dihadapkan pada berbagai tantangan global, namun berkat kedisiplinan dalam pengendalian biaya, peningkatan produksi, dan optimalisasi momentum pasar, perusahaan mampu mencatatkan tingkat profitabilitas tertinggi dalam periode transformasi kami,” ujar Jatmiko.

Meski mencatat pertumbuhan laba, Jatmiko menegaskan perusahaan tidak akan berpuas diri. Manajemen, kata dia, akan terus menjalankan perbaikan berkelanjutan di berbagai lini operasional.

“Capaian ini menjadi milestone, namun kami sadar betul ini bukanlah garis akhir. Kami tidak boleh lekas berpuas diri. Kami akan terus melakukan langkah-langkah perbaikan dan evaluasi, mengingat sebagai perkebunan milik negara, kami memikul tanggung jawab besar untuk terus tumbuh dan secara aktif mendukung program serta visi pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional,” tegasnya.

Produksi CPO Meningkat 7,7 Persen

Jatmiko menjelaskan, pertumbuhan laba perusahaan turut ditopang peningkatan produksi minyak sawit mentah atau *Crude Palm Oil* (CPO). Pada 2025, produksi CPO PTPN IV PalmCo mencapai 2,75 juta ton, naik 7,7 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya sebesar 2,56 juta ton.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo, Hilda Savitri, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga kesehatan fundamental keuangan dan memastikan pertumbuhan bisnis berlangsung secara berkelanjutan.

Menurut Hilda, penghargaan *Yearly Excellent Performance* menjadi refleksi atas penerapan manajemen keuangan yang prudent atau berhati-hati, terukur, serta pengelolaan risiko yang berkesinambungan.

“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus mengelola risiko dengan baik, memperkuat efisiensi operasional, serta memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan membawa dampak positif tidak hanya bagi pemegang saham, tetapi juga untuk kesejahteraan petani mitra di lapangan,” ujarnya.

Ke depan, PTPN IV PalmCo berkomitmen melanjutkan evaluasi, inovasi operasional, dan penguatan mitigasi risiko. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan di tengah dinamika pasar energi dan anomali iklim global.

Pertumbuhan laba dan produksi tersebut menjadi bagian dari capaian kinerja perusahaan pada 2025. Manajemen menyatakan upaya efisiensi dan perbaikan operasional akan terus dilanjutkan guna menjaga kinerja serta keberlanjutan usaha perkebunan milik negara tersebut.(Red.)*