Beranda
Seputar Publik / Berita

Laba Unaudited Rp6,19 Triliun Melonjak 65%, Ini Strategi Transformasi PTPN IV PalmCo Dongkrak Kinerja 2025

Produktivitas Hulu-Hilir Tumbuh, Efisiensi dan Digitalisasi Perkuat Margin EBITDA hingga ROA Tembus 7,9 Persen
Jatmiko K Santosa: Jatmiko K Santosa: "PTPN IV PalmCo mencatat laba unaudited Rp6,19 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 65 persen secara tahunan. Peningkatan produktivitas hulu-hilir, efisiensi operasional, hingga digitalisasi proses bisnis mendorong margin EBITDA menguat dan ROA menembus 7,9 persen. Strategi transformasi ini dinilai menjadi kunci lompatan kinerja subholding perkebunan tersebut. (Foto Istimewa).

Seputarpublik.com, JAKARTA – Subholding Perkebunan Nusantara PTPN IV PalmCo mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat positif sepanjang tahun buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan unaudited, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp6,19 triliun atau tumbuh 65 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengungkapkan bahwa peningkatan kinerja finansial tersebut merupakan dampak langsung dari kedisiplinan dalam mengeksekusi strategi di seluruh lini bisnis.

“Fokus kami berpusat pada tiga hal pokok, yaitu peningkatan produktivitas, efisiensi yang tepat, dan optimalisasi aset yang dijalankan secara konsisten. Pencapaian laba unaudited Rp6,19 triliun ini bukan sekadar windfall profit dari fluktuasi harga komoditas, namun dampak nyata atas transformasi dan perbaikan mendasar cara kami bekerja,” ujar Jatmiko.

Produktivitas Hulu dan Hilir Kompak Bertumbuh

Fundamental operasional yang semakin solid menjadi pijakan utama lompatan kinerja perusahaan. Dari sisi hulu (on-farm), produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 20,63 ton per hektare (ton/ha), tumbuh 3 persen secara YoY.

Sementara dari sisi hilir atau pengolahan, produktivitas Crude Palm Oil (CPO) mencatatkan capaian lebih tinggi, yakni 4,70 ton/ha atau meningkat 9 persen secara tahunan.

Efisiensi Jadi Motor Utama Pendongkrak Laba

Pertumbuhan laba bersih hingga 65 persen YoY tidak terlepas dari keberhasilan program efisiensi yang dijalankan perusahaan dan kini menjadi motor utama profitabilitas.

“Kita dapat menekan tingkat kehilangan (losses), meningkatkan rendemen minyak sawit melalui modernisasi pabrik, serta mendorong digitalisasi proses bisnis yang mempertajam pengawasan dan pengambilan keputusan yang berorientasi pada efektivitas dan efisiensi,” jelas Jatmiko.

Dampaknya terlihat pada penguatan Margin EBITDA yang mencapai 26,05 persen, naik 11,44 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan laba tersebut juga mendorong pertumbuhan signifikan pada rasio Return on Asset (ROA).

ROA Melambung Dua Kali Lipat dalam Tiga Tahun

Seiring meningkatnya laba dan efisiensi, indikator efektivitas pengelolaan aset atau ROA menunjukkan tren yang sangat positif. Realisasi ROA PalmCo mencapai 7,9 persen, melampaui target awal perusahaan sebesar 4,9 persen.

Jatmiko menjelaskan bahwa tren penguatan tersebut berlangsung secara berkesinambungan.

“Bila dibandingkan dengan tahun 2024 yang berada di level 5,3 persen, ROA kita mengalami pertumbuhan sekitar 49 persen. Tren kenaikan ini konsisten sejak tahun 2023, yang berarti secara kumulatif dalam tiga tahun terakhir indikator profitabilitas aset telah meningkat lebih dari dua kali lipat,” paparnya.

Menurutnya, peningkatan ROA yang signifikan menunjukkan bahwa setiap rupiah aset yang diamanahkan kepada PalmCo telah dikelola secara produktif, efisien, dan memberikan nilai tambah maksimal.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat operational excellence ini untuk memastikan ketahanan energi dan pangan nasional, sekaligus memberikan dividen terbaik bagi negara,” tutup Jatmiko.(red)*