Seputar Publik / Berita

Lomba Manjujai se-Dharmasraya, Rumah Baca Marenda Rawat Tradisi Minangkabau dari Generasi ke Generasi

Mengusung tema “Dendang Kasih, Warisan Budaya”, festival menghadirkan 35 peserta dari 14 grup Bundo Kanduang untuk menghidupkan kembali tradisi Manjujai di tengah perubahan pola pengasuhan anak.
Rumah Baca Marenda menggelar Lomba Manjujai Anak se-Dharmasraya bertajuk “Dendang Kasih, Warisan Budaya” sebagai upaya merawat tradisi dan nilai budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman. Rumah Baca Marenda menggelar Lomba Manjujai Anak se-Dharmasraya bertajuk “Dendang Kasih, Warisan Budaya” sebagai upaya merawat tradisi dan nilai budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.

35 Peserta Tampilkan Tradisi Manju jati


Festival berlangsung semarak dengan melibatkan 35 peserta yang tergabung dalam 14 grup Bundo Kanduang dari berbagai nagari di Kabupaten Dharmasraya.

Mengenakan busana tradisional Minangkabau, para peserta menampilkan Manjujai melalui lantunan dendang, pantun, petuah, doa, hingga ayat suci Al-Qur’an.

Ragam penampilan tersebut menunjukkan bahwa Manjujai tidak hanya berkaitan dengan seni bertutur atau lantunan pengantar tidur bagi anak. Tradisi tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan kasih sayang, nilai kehidupan, bahasa, serta kearifan lokal kepada generasi berikutnya.

Di tengah perubahan pola pengasuhan dan semakin kuatnya pengaruh budaya digital, kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang pertemuan antara tradisi dan kehidupan masyarakat masa kini.

Pemkab Dharmasraya Apresiasi Pelestarian Budaya

Kepala Dinas Budparpora Kabupaten Dharmasraya, H. Reno Lazuardi, S.Pd., M.Si., mengapresiasi kegiatan yang digagas Rumah Baca Marenda.

Tulis Komentar

Komentar