Beranda
Seputar Publik / Berita

Mamah Dedeh dan Plt Ketua TP PKK Isi Kajian Dhuha di Masjid Shopia, Pondok Melati

Mamah Dedeh saat berceramah di hadapan para jamaah Mamah Dedeh saat berceramah di hadapan para jamaah

Seputarpublik, Kota Bekasi – Penceramah Kondang yang populer dengan “Curhat Dong Mah”, Mamah Dedeh mengisi Kajian Dhuha Spesial bertema ‘Peran Istri Dalam Membangun Keluarga Sakinah’ bertempat di Masjid Shopia, Pondokmelati, Kota Bekasi, Jumat (2/12/2022).

Hadir dalam kajian tersebut Plt Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono bersama Camat Pondok Melati Heni Setiowati serta para jamaah.

Wiwiek Hargono bersama jamaah tampak khusyuk menyimak kajian yang disampaikan oleh Mamah Dedeh.

Dalam kajiannya Mamah Dedeh menjelaskan, Setiap wanita pasti mendambakan keluarga yang sakinah dalam rumah tangganya. Keluarga yang sakinah adalah keluarga yang mendapatkan keberkahan dan kedamaian dalam rumah tangga.

“Nah, untuk membangun rumah tangga yang sakinah peran seorang istri sangat diperlukan agar keluarga sakinah bisa terwujud,” ucap Mamah Dedeh.

Mamah Dedeh melanjutkan, Menjadi istri yang taat kepada Allah Subhanahu WaaTa’ala dan taat kepada suami itulah peran penting seorang istri dalam membangun dan mewujudkan keluarga yang sakinah.

“Jadi Taat kepada Alloh dan taat kepada suami, itu dasarnya,” ujarnya

Senada dengan Mamah Dedeh, Plt TP PKK Wiwiek Hargono dalam sambutannya mengatakan, dalam kaitan itu, Agama Islam telah mencanangkan dan menggerakkan emansipasi perempuan. Rasulullah Muhammad SAW dalam membangun masyarakat Islam, perhatian beliau yang pertama adalah mengangkat derajat dan hak-hak perempuan sesuai dengan fitrah keperempuanannya,

Dijelaskannya, Kondisi wanita di zaman jahiliah, sangat hina karena perempuan hanya dijadikan sebagai alat pemenuhan nafsu oleh laki-laki, tidak lebih. Oleh karena itu dengan kedatangan Rasulullah saw yang membawa wahyu dari Allah swt, maka perempuan maupun laki-laki mempunyai derajat dan hak yang sama.

Islam telah mengangkat perempuan dari keadaan yang serendah rendahnya ke tingkat setinggi tingginya dalam hirarki sosial. Kedudukan perempuan kemudian diakui dan diangkat, ketidakadilan yang mereka alamipun dihilangkan dan hak-hak merekapun mendapat pembelaan dan jaminan dalam Islam.

Wiwiek juga menjelaskan bahwa perempuan mempunyai peran penting dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah, baik peran sebagai isteri maupun sebagai ibu bagi anak-anaknya.

Peran sebagai anak, dimana seorang wanita juga menjalankan kewajibannya sebagai seorang anak terhadap kedua orang tuanya, Perempuan sebagai istri Dalam pandangan Islam perempuan adalah partner atau mitra bagi laki-laki dalam membangun dan mendayung bahtera kehidupan,

“Perempuan sebagai Ibu Tugas perempuan sebagai ibu bukanlah hal yang gampang, sebab ada sederet peran yang harus dimainkan oleh seorang ibu dalam rumah tangga,” pungkasnya.