Di sektor hulu, produksi Crude Palm Oil (CPO) perusahaan ditargetkan meningkat lebih dari 10,5 persen hingga mencapai sekitar 225.940 ton pada April 2026. Sementara di sektor hilir, PT Industri Nabati Lestari juga menggenjot produksi minyak goreng ritel.
Pada bulan Maret 2026, produksi minyak goreng ditargetkan mencapai 4,2 juta liter, dan akan meningkat sekitar 7,6 persen menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada April 2026.
Jatmiko menyebutkan bahwa seluruh kapasitas produksi pabrik saat ini difokuskan untuk memproduksi MinyaKita guna menjaga ketersediaan pasokan di pasar.
"Kami bahkan menunda sementara produksi beberapa merek komersial internal perusahaan agar kapasitas pabrik sepenuhnya difokuskan untuk mendukung ketersediaan MinyaKita hingga Hari Raya Idulfitri," jelasnya.
Melalui kolaborasi antara pengawasan pemerintah dan dukungan pasokan dari BUMN, diharapkan stabilitas harga minyak goreng dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga wajar selama Ramadhan hingga Lebaran.(red)*
Komentar