Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan komitmen perusahaan sebagai bagian dari BUMN untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau selama Ramadhan hingga Idulfitri.
"Sebagai BUMN yang bergerak di industri perkebunan sawit, kami memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa hingga menyambut Lebaran tanpa terbebani lonjakan harga minyak goreng," ujar Jatmiko.
Ia menjelaskan bahwa PT Industri Nabati Lestari (INL) yang merupakan anak perusahaan PTPN IV PalmCo memproduksi minyak goreng program pemerintah MinyaKita dengan harga jual tetap stabil.
Harga jual MinyaKita dari produsen kepada distributor saat ini dipertahankan pada angka Rp13.439 per liter dalam skema Business to Business (B2B).
Menurut Jatmiko, kebijakan harga tersebut sengaja diterapkan agar distributor dan pedagang eceran masih memiliki ruang margin yang sehat sehingga harga di tingkat konsumen tetap berada pada batas HET pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Produksi Minyak Goreng Digenjot Jelang Lebaran
Selain menjaga stabilitas harga, PTPN IV PalmCo juga meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng menjelang Hari Raya Idulfitri.
Komentar