Seputarpublik.com, JAKARTA – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri, pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjadi perhatian utama pemerintah. Selasa, (17/3/2026)
Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian menyoroti adanya anomali harga minyak goreng rakyat di pasaran yang sempat menembus angka Rp19.000 per liter. Temuan tersebut didapatkan saat inspeksi mendadak di Pasar Kebayoran, Jakarta, di mana produk minyak goreng rakyat MinyaKita dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
Menurut Mentan, minyak goreng tidak boleh mahal apalagi langka, mengingat mekanisme supply and demand komoditas sawit global masih berjalan normal.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan menunjukkan posisi strategis Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia. Nilai ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai US$24,42 miliar, meningkat 21,83 persen dibanding tahun sebelumnya.
PalmCo Jaga Harga MinyaKita di Tingkat Distributor
Komentar