Beranda
Seputar Publik / Berita

Muzakir Manaf Lantik 25 Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh, Tekankan Percepatan Kinerja dan Realisasi Anggaran 2026

Pelantikan di Anjong Mon Mata tegaskan implementasi Visi Aceh 2025–2030 serta penguatan soliditas birokrasi dan pemulihan pascabencana
Gubernur Aceh Muzakir Manaf melantik 25 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Aceh dan menegaskan percepatan kinerja, realisasi anggaran 2026, serta implementasi Visi Aceh 2025–2030. Pelantikan ini menjadi langkah strategis memperkuat birokrasi, pelayanan publik, dan pemulihan pascabencana di Aceh. Gubernur Aceh Muzakir Manaf melantik 25 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Aceh dan menegaskan percepatan kinerja, realisasi anggaran 2026, serta implementasi Visi Aceh 2025–2030. Pelantikan ini menjadi langkah strategis memperkuat birokrasi, pelayanan publik, dan pemulihan pascabencana di Aceh.

Seputarpublik.com, Banda Aceh — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, melantik dan mengambil sumpah jabatan 25 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Aceh. Prosesi pelantikan berlangsung di Anjong Mon Mata, kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat malam, 27 Februari 2026, usai pelaksanaan shalat tarawih.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh, para asisten dan staf ahli gubernur, kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), kepala biro di lingkungan Setda Aceh, serta Ketua TP PKK Aceh dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pelantikan ini dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan kosong sekaligus sebagai bagian dari penyegaran organisasi pemerintahan. Ia memastikan seluruh pejabat yang dilantik telah melalui proses seleksi terbuka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta mekanisme manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN).

> “Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan agar semakin responsif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Mualem.

Implementasi Visi Aceh 2025–2030

Gubernur menekankan pentingnya seluruh SKPA menjadikan visi pembangunan Aceh 2025–2030 sebagai arah kebijakan dan pijakan kerja. Visi tersebut adalah “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan.”

Visi itu dijabarkan dalam tujuh misi utama, antara lain pelaksanaan Syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan masyarakat, implementasi kekhususan dan keistimewaan Aceh sesuai MoU Helsinki serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, hingga penguatan kemandirian ekonomi melalui hilirisasi, industrialisasi, pengembangan pariwisata, dan transformasi digital berbasis sektor unggulan.

Selain itu, Pemerintah Aceh menargetkan pembangunan infrastruktur dasar yang inklusif dan berkelanjutan, peningkatan kualitas serta daya saing sumber daya manusia, penguatan tata kelola pemerintahan dan supremasi hukum, serta pelestarian lingkungan hidup dan ekosistemnya.

> “Misi pembangunan ini harus diterjemahkan ke dalam program nyata setiap SKPA,” tegasnya.

Percepatan Pemulihan Pascabencana dan Realisasi Anggaran

Gubernur juga meminta seluruh jajaran SKPA memperkuat kolaborasi lintas sektor, terutama dalam percepatan pemulihan pascabencana agar penanganannya berlangsung cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.

Ia menekankan pentingnya soliditas dan disiplin ASN, mulai dari ketepatan waktu, kepatuhan terhadap regulasi, hingga pencapaian target kinerja. Para kepala SKPA diminta menjadi teladan dalam integritas dan komitmen kerja, serta memastikan setiap arahan pimpinan diterjemahkan secara cepat, tepat, dan terukur.

Dalam kesempatan tersebut, Mualem mengingatkan agar realisasi anggaran tahun 2026 dipercepat dengan prinsip tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat manfaat. Proses administrasi serta pengadaan diminta berjalan lebih efisien tanpa mengabaikan akuntabilitas. Jajaran SKPA juga diminta segera menyusun rancangan anggaran tahun 2027 berbasis prioritas strategis yang mendukung visi pembangunan Aceh lima tahun ke depan.

Daftar 25 Pejabat Eselon II yang Dilantik

Adapun pejabat yang dilantik meliputi:

1. Ir. T. Robby Irza, S.SiT, M.T — Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh

2. Dr. A. Murtala, M.Si — Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh

3. Ir. Abdullah, ST, CFrA, CITA — Inspektur Aceh

4. Drs. Muhammad Diwarsyah, M.Si — Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh

5. Dr. Ir. Zulkifli, M.Si — Kepala Bappeda Aceh

6. Murthalamuddin, S.Pd, MSP — Kepala Dinas Pendidikan Aceh

7. Erwin Ferdinansyah, ST, MT — Kepala Dinas Pengairan Aceh

8. Dr. Muhazar H, SKM, M.Kes — Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin

9. drh. Safridhal — Kepala Dinas Peternakan Aceh

10. Reza Ferdian, S.STP, M.Si — Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh

11. Reza Saputra, SSTP, M.Si — Kepala Satpol PP dan WH Aceh

12. Dr. T. Aznal Zahri, S.STP, M.Si — Kepala Dinas Pertanahan Aceh

13. Taufik, ST, M.Si — Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh

14. Dr. Munawar, MA — Kepala Badan Kesbangpol Aceh

15. Asnawi, ST, M.S.M — Kepala Dinas ESDM Aceh

16. Safrizal, S.STP, M.Ec.Dev — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh

17. Budi Afrizal, SKM, MKM — Kepala Dinas Sosial Aceh

18. Bahrón Bakti, ST, MT — Kepala Pelaksana BPBA

19. Dr. Husnan, ST, MP — Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Kerja Sama

20. Bob Mizwar, S.STP, M.Si — Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Aceh

21. Teuku Hendra Faisal, SE, M.Si — Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUD dr. Zainoel Abidin

22. dr. Novita, Sp.JP(K) — Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Zainoel Abidin

23. Zahrol Fajri, S.Ag, M.H — Kepala Sekretariat MPU Aceh

24. Daniel Arca, A.Ks, M.Si — Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh

25. M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.A.P — Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan soliditas birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, sekaligus mempercepat capaian target pembangunan Aceh dalam lima tahun mendatang. (red)*