Seputar Publik / Berita

Masyarakat Adat Kampung Kuta Ciamis Harapkan Kunjungan Dedi Mulyadi, Soroti Infrastruktur hingga Legalitas Tanah Ulayat

Tokoh adat Kampung Kuta di Kabupaten Ciamis menyampaikan harapan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian terhadap sejumlah kebutuhan mendasar, mulai dari legalitas tanah ulayat, pengairan pertanian, hingga perbaikan infrastruktur dan fasilitas adat.
Masyarakat Adat Kampung Kuta di Ciamis berharap Gubernur Jawa Barat dapat berkunjung langsung untuk melihat potensi sekaligus berbagai persoalan yang masih dihadapi, mulai dari infrastruktur, pengairan hingga legalitas tanah ulayat. Masyarakat Adat Kampung Kuta di Ciamis berharap Gubernur Jawa Barat dapat berkunjung langsung untuk melihat potensi sekaligus berbagai persoalan yang masih dihadapi, mulai dari infrastruktur, pengairan hingga legalitas tanah ulayat.

Seputarpublik.com || CIAMIS – Masyarakat Adat Kampung Kuta di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, berharap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dapat berkunjung langsung ke kampung adat yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan pelestarian budaya Sunda diwilayah timur Jawa Barat.

Harapan tersebut mengemuka saat Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan atau yang akrab disapa Abah Anton Charli, melakukan kunjungan silaturahmi dan survei lapangan ke Kampung Adat Kuta, Kamis (18/6/2026).

Kedatangan Abah Anton bersama sejumlah anggota Majelis Adat Sunda diterima langsung oleh Tetua Adat Kampung Kuta, Ki Warja, Wakil Tetua Adat Abah Udin, Sekretaris Adat Firman, serta Ketua DKM Abah Didi.

Dalam kunjungan tersebut, para tokoh adat memaparkan sejarah, kondisi geografis, hingga berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat Kampung Adat Kuta.

Menurut para sesepuh, nama "Kuta" berasal dari kata "Mahkota" dan diyakini memiliki keterkaitan dengan cikal bakal pembangunan Keraton Galuh pada masa pemerintahan Prabu Ajar Sukaresi sekitar abad ke-10.

Tulis Komentar

Komentar