Dalam tausiahnya Kiai Said kembali mengenang beberapa tokoh pendiri NU mulai dari KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bishri Syansuri, KH Asnawi, KH Nawawi, hingga Syekh Ahmad Ghana’im Al Misri (Mesir).
Selain itu, Kiai Said berpesan kepada anak muda NU agar tetap berpegang teguh pada prinsip moderat dan toleran. Dengan demikian anak-anak muda NU tidak akan mudah terseret dalam cara berfikir yang kaku, agar terwujud generasi NU yang berakhlak tulus, dan berwawasan seperti para pendahulunya.

Di penghujung ceramahnya Kiai Said berpesan kepada seluruh jamaah yang hadir, supaya lebih berhati-hati dalam menjaga dan mendidik anak ditengah derasnya arus informasi tekhnologi melalui media sosial dengan tampilan gambar berupa iklan yang kurang pantas untuk anak-anak.
“Menurut saya satu-satunya jalan untuk mencegah bahaya ini adalah dengan memasukan anak ke pondok pesantren.
Sebagaimana contoh pada Nabi Musa yang lahir ditengah-tengah lingkungan yang penuh kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan. Tetapi Nabi Musa tidak tertular akan semua itu.
Karena Nabi Musa dipelihara oleh seorang ibu yang beriman dan berhati ikhlas.
Begitupula dengan pondok pesantren yang kita ibaratkan dengan seorang ibu tadi, maka insyaallah anak-anak kita akan terhindar dari bahaya medsos yang begitu deras menyerang para anak-anak di jaman sekarang ini,” jelas Kyai Said Aqil Siradj menutup tausiahnya.
Komentar