“Tiga gerbang ini menggambarkan tiga budaya kita yakni Tidayu (Tionghoa, Dayak dan Melayu),” kata Tjhai Chui Mie.
Menurut Wali Kota, pembangunan gerbang bisa dilakukan, adanya berkat dukungan dari Bupati Sambas dan Bengkayang serta beberapa sponsor.
“Untuk gerbang batas Kota Singkawang bagian utara, pembangunan gerbang didukung dari PT Astra International, Singkawang Timur dari PT Alfamart dan Singkawang Selatan dari PT Kapal Api,” ujarnya.
Diakui Tjhai Chui Mie, jika hanya mengandalkan APBD untuk membangun tiga gerbang ini tentunya tidak akan mampu karena anggaran yang dikeluarkan untuk membangun gerbang-gerbang ini hampir mencapai Rp10 miliar.
Pembangunan tiga gerbang tersebut diharapkan memberikan dampak positif pada perputaran ekonomi masyarakat, karena ada suatu destinasi untuk bersua foto.
Dengan begitu, masyarakat Kota Singkawang bisa melakukan ekonomi kerakyatan atau (UMKM).
“Saya atas nama Pemkot Singkawang mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para donatur,” tuturnya.

Sementara Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan, pada intinya menyambut baik pembangunan tiga pintu gerbang di batas Kota Singkawang.
Hal ini bisa memunculkan pertumbuhan ekonomi baru di sekitar pintu gerbang baik di Selatan, Utara maupun Timur.
“Mudah-mudahan apa yang dilakukan ibu Wali Kota Singkawang bisa menjadikan ikon baru di Kalbar,” pungkasnya.
Komentar