Seputar Publik / Berita

Pajang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon 2026, Abah Anton Dorong Pelestarian Adat, Agama, dan Nasionalisme

Tradisi Maulid Nabi di Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Sultan Lukman mengingatkan pentingnya menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Abah Anton Charliyan Ketua Majelis Adat Sunda ldampingi Sultan Sepuh XV Keraton Cirebon, Pangersa YM Pangeran Arif Lukman SH.,MH.,MA. Pada Acara Upacara Tradisi Pajang jimat Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan Cirebon. Rabu (26/8/2026). Abah Anton Charliyan Ketua Majelis Adat Sunda ldampingi Sultan Sepuh XV Keraton Cirebon, Pangersa YM Pangeran Arif Lukman SH.,MH.,MA. Pada Acara Upacara Tradisi Pajang jimat Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan Cirebon. Rabu (26/8/2026).

Sultan Kasepuhan Cirebon, Sultan Lukman, dalam sambutannya mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW.

Menurutnya, hal yang lebih penting adalah bagaimana akhlak mulia Rasulullah benar-benar tercermin dalam kehidupan setiap individu.

«“Jangan hanya sebatas memperingati hari kelahiran saja. Yang paling penting, apakah akhlak mulia Rasulullah sudah hadir dalam diri kita masing-masing,” ujar Sultan Lukman.»

Ia mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan nilai kejujuran, kesabaran, tawadhu atau rendah hati, kepedulian, persaudaraan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Abah Anton: Tradisi Harus Tetap Relevan bagi Generasi Muda

Sementara itu, Abah Anton Charliyan mengatakan, keberadaan Keraton Kasepuhan Cirebon memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan adat dan tradisi yang diwariskan para leluhur.

Menurutnya, tradisi Pajang Jimat tidak hanya perlu dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga harus mampu menghadirkan nilai yang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Tulis Komentar

Komentar