Arak-arakan terdiri atas tujuh kelompok barisan utama. Masing-masing kelompok dikawal abdi dalem yang membawa lilin menyala sebagai simbol penerang kehidupan. Prosesi tersebut turut diikuti para pangeran, sesepuh keraton, serta abdi dalem.
Sarat Makna Filosofis dan Keteladanan Nabi
Selain menjadi bagian dari tradisi budaya, prosesi Pajang Jimat memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan perjalanan kehidupan manusia.
Berbagai simbol dalam prosesi menggambarkan proses kehidupan manusia sejak kelahiran yang perlu dipersiapkan dengan nilai kesucian, kebaikan, dan pembentukan karakter.
Pemberian nama, makanan, pakaian hingga berbagai kebutuhan kehidupan dimaknai sebagai bagian dari proses membentuk manusia agar menjadi pribadi yang baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW yang membawa misi penyempurnaan akhlak manusia.
Karena itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyampaian kisah dan riwayat keteladanan Nabi Muhammad SAW. Pesan tersebut menjadi pengingat agar nilai-nilai akhlak Rasulullah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Komentar