Sejak awal bencana, PalmCo gerak cepat membuka puluhan akses desa yang terisolir, menyediakan jaringan komunikasi darurat, mengevakuasi lebih dari 5.000 jiwa dan menyediakan 45 posko yang tersebar diberbagai titik. PalmCo juga mendistribusikan air bersih, kebutuhan pokok dasar, pakaian hingga kesehatan dalam sekala besar.
Perusahaan juga turut mendirikan dapur umum, posko pengungsian, serta pos kesehatan darurat di sejumlah titik. Total 45 posko keselamatan dan kesehatan yang sampai sekarang menampung lebih dari 5.500 warga yang mengungsi.
“Banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit. Karena itu, layanan kesehatan harus tersedia sepanjang waktu,” ujar Jatmiko.
Komunikasi Darurat bagi Warga yang Terputus Sinyal
Selain logistik dan layanan kesehatan, PalmCo pun membuka akses komunikasi darurat di wilayah yang mengalami pemadaman jaringan telekomunikasi. Fasilitas ini membantu warga menghubungi keluarga, mendapatkan informasi, dan mempercepat koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Ketika sinyal hilang, warga berada dalam ketidakpastian. Komunikasi darurat menjadi kebutuhan yang sangat mendasar,” kata Jatmiko.
||BACA JUGA: Dukung Total Kesehatan: "Srikandi PalmCo Turun Tangan, Pastikan Pelayanan Medis Maksimal di Lapangan
Apresiasi dari Daerah
Komentar