Di sisi lain, penguatan penyerbukan alami menjadi strategi agronomis penting untuk menjaga stabilitas produksi.
Pelaksana Tugas Kepala Bagian Tanaman Regional III, Zafri Yasser, menjelaskan bahwa perluasan pemanfaatan serangga penyerbuk alami Elaeidobius kamerunicus bertujuan meningkatkan kualitas proses penyerbukan.
“Dengan penyerbukan yang baik, pembentukan buah menjadi lebih sempurna sehingga berdampak langsung pada produktivitas tandan,” ujarnya.
Program ini didukung pembangunan sarana penangkaran dengan sistem hatch and carry serta penanaman beneficial plant untuk menciptakan habitat yang mendukung siklus hidup serangga penyerbuk.
Efisiensi Energi dan Perlindungan Lingkungan
Inisiatif di sektor hulu tersebut melengkapi langkah perusahaan di sektor hilir yang telah berjalan, yakni optimalisasi pemanfaatan limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) melalui pembangkit tenaga biogas di enam unit PKS milik perusahaan.
Pemanfaatan gas metana dari limbah cair ini tidak hanya meningkatkan efisiensi energi operasional, tetapi juga berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.
Selain itu, PTPN IV PalmCo Regional III juga mempertahankan kawasan hutan lindung di dalam areal kelola, melakukan restorasi sungai, serta menjalankan reboisasi pada area konservasi sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.
Dengan target 17.539 hektare aplikasi pupuk organik dan 26.553 hektare penguatan penyerbukan alami, perusahaan berupaya menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas dapat berjalan seiring dengan penerapan prinsip keberlanjutan.
Di tengah sorotan terhadap industri sawit nasional, pendekatan berbasis agroekosistem dan efisiensi sumber daya dinilai menjadi strategi penting untuk menjaga daya saing sekaligus merespons tuntutan standar lingkungan global.(Adv)*
Komentar