Karena itu, Arief meminta kepada camat dan lurah agar membantu membuat pelatihan pelatihan atau BLK agar dapat membantu para kepala keluarga dan orang tua ini dalam memperoleh pekerjaan sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Karena pemenuhan gizi balita ini kan juga harus konstan dan konsisten.” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Mulyani mengatakan, penyaluran Bantuan Sosial kebutuhan pokok bagi keluarga balita prasejahtera di Kota Tangerang tersebut dilakukan secara bertahap ke seluruh balita dari keluarga prasejahtera di 13 kecamatan di Kota Tangerang mulai dari tanggal 22-24 November 2022.
“Total kurang lebih ada 486 paket bansos kebutuhan pokok yang akan disalurkan ke 13 Kecamatan di Kota Tangerang,” ucap Mulyani.
Rinciannya, papar Mulyani, Kecamatan Tangerang 39 paket, Karawaci 39 paket, Cibodas 38 paket, Periuk 38 paket, Jatiuwung 37 paket, Neglasari 38 paket, Benda 37 paket, Batuceper 36 paket, Cipondoh 35 paket, Pinang 37 paket, Karang Tengah 36 paket Ciledug 38 paket dan Larangan 28 paket.
Sukartini, ibu dari Muhammad Khadali yang merupakan salah satu penerima bantuan mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Pemkot Tangerang atas bantuan permakanan yang telah diberikan.
“Alhamdulillah setelah tahun 2018 dapat bantuan bedah rumah, sekarang dapat bantuan paket sembako berupa susu, beras, tepung terigu sama gula.”
“Terima kasih kepada bapak wali kota atas bantuan dan perhatiannya untuk anak saya,” pungkasnya.
Komentar