Teguh menjelaskan, peluncuran produk beras ini merupakan komitmen dari PT Food Station Tjipinang Jaya bersama PT Sin Inti Indonesia untuk mendukung pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di wilayah DKI Jakarta.
“Disamping itu juga memperkuat sinergi untuk menghadirkan pilihan produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau,” teguh menambahkan.
Terkait adanya label premium di produk beras tersebut, Teguh memastikan, beras ‘Resik’ ini tetap murah karena tidak terkena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12%, sehingga bisa terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.
Sementara itu Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin sangat mengapresiasi atas pencapaian PT. Food Station Tjipinang Jaya yang telah meluncurkan secara resmi beras premium resik.
“Harapan saya beras premiun resik yang diluncurkan ini dapat menjagkau seluruh lapisan masyarakat DKI Jakarta,” pungkasnya.
Dalam peluncuran tersebut, turut diluncurkan juga program FoodHub yang dirancang untuk memudahkan pelaku UMKM, terutama di sektor sembako dalam mengakses produk berkualitas, pendampingan bisnis, dan melakukan transaksi secara digital.
Pj. Gubernur Teguh berharap dengan program digitalisasi produk UMKM dapat meningkatkan efisiensi dan operasional, sekaligus memudahkan para pelaku UMKM untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari lembaga perbankan untuk mengembangkan usahanya.
(AZ)
Komentar