dr. Walta Gautama, Sp.B Subsp. Onk (K), Ketua PERABOI mengatakan, pertemuan di Lombok spesial karena merupakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) pertama yang diselenggarakan didaerah Nusa Tenggara.
“Masih banyak masalah dalam hal pentarifan tindakan bedah onkologi yang di-cover oleh BPJS”, ujarnya.

Ditambahkannya, sampai saat ini sebagian besar pasien kanker yang menemui dokter bedah onkologi datang pada stadium III atau IV. Kasus-kasus terlambat seperti ini seringkali membutuhkan tindakan pembedahan yang kompleks dan terkadang membutuhkan lebih dari satu tindakan dalam sekali operasi.
Hal ini berpotensi menjadi masalah karena dalam skema pentarifan tindakan bedah onkologi di ,sistem BPJS.
Ia berharap tindakan bedah komplek yang masih belum terakomodir di BPJS dapat diurai dalam pertemuan ini. (Team SP)
Komentar