“Riwayat penugasan keduanya sama-sama bervariasi, mulai dari pasukan tempur hingga teritorial. Maruli terlihat lebih banyak pengalaman di pasukan tempur terutama Kopassus (Komando Pasukan Khusus), sedangkan Suharyanto memiliki riwayat penugasan beragam, mulai dari Batalyon Linud (Lintas Udara)- Raiders, guru militer, BIN, komandan teritorial, sesmilpres (sekretaris militer presiden), hingga BNPB,” papar Anton Aliabbas.
Sementara untuk riwayat pendidikan, Anton menilai Maruli dan Suharyanto punya rekam jejak yang lengkap.
“Baik Maruli maupun Suharyanto sama-sama telah mengikuti semua jenjang pendidikan pengembangan seperti Sesko (Sekolah Staf dan Komando) TNI AD, Sesko TNI, dan Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional),” ucap Anton.
Presiden RI Joko Widodo sejauh ini belum menetapkan Kepala Staf TNI AD, setelah Jenderal TNI Agus Subiyanto naik sebagai Panglima TNI.
Agus Subiyanto, yang dilantik sebagai Kasad oleh Presiden RI pada 25 Oktober 2023, kembali dilantik oleh Presiden tetapi untuk jabatan Panglima TNI pada 22 November 2023. Dengan demikian, tidak sampai waktu sebulan atau hanya 27 hari, Agus Subiyanto efektif menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD.
Komentar