Program tersebut juga dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya akses terhadap layanan terapi profesional di berbagai daerah. Padahal, deteksi dini dan penanganan yang tepat merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.
Dinnar menambahkan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari investasi sosial perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan terapi.
> "Kami berharap semakin banyak tenaga pendidik dan pendamping yang kompeten sehingga anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. Kami juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin dengan AP2I dalam pelaksanaan program ini," katanya.
Ketua AP2I Wilayah Sumatera Utara, Ilmiah, turut mengapresiasi dukungan PTPN I terhadap penguatan layanan bagi anak berkebutuhan khusus.
> "Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh PTPN I. Ini merupakan bentuk kepedulian nyata dunia usaha terhadap pemenuhan hak anak. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan direplikasi di berbagai daerah sehingga semakin banyak tenaga pendidik dan terapis yang kompeten," ujarnya.
Sementara itu, Kasubdiv TJSL PTPN I, Muhammad Alif Azizi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil post test, pelaksanaan pelatihan memperoleh tingkat kepuasan peserta yang tinggi.
Menurutnya, seluruh indikator pelaksanaan, mulai dari kualitas materi, kompetensi narasumber, fasilitas pelatihan, hingga manfaat program, memperoleh penilaian positif, dengan mayoritas peserta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
> "Melalui program TJSL ini, PTPN I terus memperkuat kontribusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, kesehatan yang baik, pengurangan kesenjangan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," jelas Azizi.
Melalui program TJSL tersebut, PTPN I bersama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus memperkuat kontribusinya dalam menciptakan nilai sosial yang berjalan seiring dengan penciptaan nilai ekonomi. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas akses layanan bagi anak berkebutuhan khusus sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih inklusif, mandiri, dan berdaya saing.(Adv)*
Komentar