Seputar Publik / Berita

Petasan Maulid Meledak hingga Dini Hari, Warga Protes dan Pemkot Kebayoran Lama Turun Tangan

Panitia menyampaikan permohonan maaf dan membuat pernyataan tidak mengulangi kejadian, sementara warga yang merasa dirugikan menyatakan keberatan dan mempertimbangkan jalur hukum.
Pemerintah Kecamatan Kebayoran Lama menggelar mediasi terkait keluhan warga atas penggunaan petasan dan kembang api dalam kegiatan Maulid Nabi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Pemerintah Kecamatan Kebayoran Lama menggelar mediasi terkait keluhan warga atas penggunaan petasan dan kembang api dalam kegiatan Maulid Nabi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Seputarpublik.com || JAKARTA, — Pemerintah Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mempertemukan panitia kegiatan Maulid Nabi di kawasan Pondok Pinang dengan sejumlah pihak terkait setelah kegiatan yang berlangsung hingga larut malam memicu keluhan dari warga.

Mediasi tersebut dilakukan untuk menyelesaikan persoalan penggunaan petasan dan kembang api yang dinilai mengganggu waktu istirahat masyarakat. Dalam pertemuan itu, panitia mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak.

Camat Kebayoran Lama Mustopa menegaskan, persoalan tersebut tidak berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), melainkan menyangkut waktu pelaksanaan kegiatan dan ketertiban lingkungan.

«“Ini tidak ada kaitan sama sekali dengan SARA. Regulasi kegiatan mereka saja yang terlalu malam. Kegiatan pasang petasan atau kembang api ini yang mengakibatkan banyaknya keluhan masyarakat,” kata Mustopa dalam pertemuan mediasi, Selasa (6/10/2026).»

Tulis Komentar

Komentar