KDM mengatakan, tidak adanya solusi yang kongkrit bagi kenakalan anak malah membuat persoalan makin rumit. Terlebih rumah tidak lagi menjadi tempat yang nyaman bagi mereka.
"Kita tidak pernah menyadari, seluruh lorong kegelisahan mereka tidak membuat mereka nyaman. Rumah jadi neraka buat mereka. Mereka kehilangan tempat bermain. Yang mereka rasakan kebisingan," tuturnya.
Karena itu dia mengkritik balik pihak-pihak yang meragukan, memprotes kebijakannya mengirim anak-anak ke barak militer. KDM menyebut tidak ada yang berani mengambil solusi kongkret dan hanya sebatas kritik.
"Semua orang hanya bisa memberikan pengamatan, analisis, kajian tapi tidak ada yang berani mengambil solusi. Pandangan buruk pada militer takut anak Indonesia bangkit. Takut bangsa kokoh, tegak," tegasnya.
"Semangat militer, bukan militerisasi. Kalau anak dibangun jam 4 subuh dimana salahnya? Disuruh membereskan tempat tidur apa salahnya? Sholat subuh apa salahnya? Hak anak didapat dibarak TNI, tidak didapat di rumah," tandasnya.
(*)
Komentar