“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis dimasa dewasanya. Bahkan, stunting dan Kekurangan Gizi pada Balita berkontribusi pada berkurangnya 2-3% Produk Domestik Bruto setiap tahunnya”. Ujar Plt Bupati Palas.
Lebih lanjut diterangkan Plt Bupati Palas, Berdasarkan Hasil Riset Studi Status Gizi Indonesia tahun 2021 mencatat prevalensi stunting di Padang Lawas sekitar 42.0% nomor dua paling atas Tingi Kasus dibawah nomor 1 Kabupaten Mandailing Natal, sementara peningkatan kualitas manusia indonesia merupakan salah satu misi sebagaimana tertera pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan salah satu indikator dan target adalah prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) dengan target penurunan yang signifikan dari kondisi 42.00 % pada tahun 2021 menjadi 14 % pada tahun 2024.
Indikator prevalensi stunting juga merupakan indikator tujuan pembangunan berkesinambungan Sustainable Development Goals (SDGS), khususnya pada tujuan kedua yaitu “menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik serta meningkatkan pertanian berkelanjutan. Kata Ahmad Zarnawi.
Komentar