“Saya berharap dengan penuh harapan, Saudara-saudara sekalian insyaallah bisa juara satu dan memberikan kado bagi Jakarta yang akan menyambut 500 tahun Jakarta,” ujarnya.
Karena itu, Pramono meminta seluruh kafilah tampil penuh percaya diri sekaligus menjaga sikap selama berada di Semarang.
Menurutnya, prestasi yang diraih nantinya diharapkan menjadi kebanggaan bagi para peserta maupun masyarakat Jakarta.
“Saya sungguh berharap Saudara-saudara sekalian pulang dengan memberikan kebanggaan bagi Jakarta,” kata dia.
Pramono: MTQ Bukan Sekadar Perlombaan
Di balik target juara, Pramono mengingatkan bahwa MTQ memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an.
Menurutnya, keikutsertaan dalam MTQ juga menjadi bagian dari upaya memperkuat syiar agama serta menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ bagi kita semua bukan hanya sekadar lomba untuk membaca Al-Qur’an, tetapi ini kan syiar agama. Sehingga dengan demikian, kami berharap pelaksanaan MTQ ini berjalan dengan baik dan juga membawa keberkahan bagi kita semua,” tutur Pramono.
Ia turut mengapresiasi proses pembinaan yang telah dijalani para peserta hingga siap membawa nama DKI Jakarta di tingkat nasional.
Pramono berharap seluruh anggota kafilah dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan kembali ke Jakarta membawa prestasi sekaligus kebanggaan.(*/hel)
Komentar