Beranda
Seputar Publik / Berita

Pramono Anung Gaspol Tekan Stunting dan TBC, Posyandu Diperkuat Jadi Garda Terdepan Jakarta Sehat

Lantik Tim Pembina Posyandu 2025–2030 di Balai Kota, Pemprov DKI Fokus Percepatan Layanan Kesehatan dan SPM Prioritas
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam percepatan penurunan stunting dan TBC. Pelantikan Tim Pembina Posyandu 2025–2030 di Balai Kota Jakarta menjadi langkah konkret Pemprov DKI dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memastikan seluruh warga mendapat akses pelayanan yang optimal. Selasa, (3/3/2026). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam percepatan penurunan stunting dan TBC. Pelantikan Tim Pembina Posyandu 2025–2030 di Balai Kota Jakarta menjadi langkah konkret Pemprov DKI dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memastikan seluruh warga mendapat akses pelayanan yang optimal. Selasa, (3/3/2026).

Seputarpublik.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tancap gas mempercepat penurunan angka stunting dan tuberkulosis (TBC) di ibu kota. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan layanan kesehatan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Pramono saat melantik Ketua dan Tim Pembina Posyandu tingkat provinsi serta kota/kabupaten, sekaligus mengukuhkan Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2025–2030 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (3/3/2026).

“Posyandu punya tugas yang sangat mulia. Kami ingin Posyandu berperan aktif dalam penanganan stunting, TBC, dan berbagai persoalan kesehatan lainnya. Ini harus dikerjakan bersama,” ujar Pramono.

Menurutnya, penguatan Posyandu menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperbaiki layanan dasar, khususnya sektor kesehatan yang menjadi prioritas utama bersama Wakil Gubernur Rano Karno.

Pramono menegaskan, selama hampir satu tahun kepemimpinannya, pembangunan yang bersifat mendasar seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial terus diakselerasi. Enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi fokus utama, dengan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas teratas.

“Program KJP, KJMU, pemutihan ijazah, hingga penguatan layanan kesehatan seperti Pasukan Putih akan terus kami lanjutkan. Untuk TBC dan stunting, harus ada kerja lapangan yang konkret. Posyandu wajib terlibat aktif,” tegasnya.

Ia juga menargetkan perbaikan signifikan peringkat Jakarta dalam penanganan TBC dan stunting pada tahun mendatang. Seluruh warga Jakarta tanpa terkecuali, lanjutnya, harus mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas demi masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu DKI Jakarta, Hani Pramono, menyebut Posyandu memiliki peran vital dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu hamil, bayi, balita, dan keluarga.

“Ke depan, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan, tetapi juga pusat pembelajaran keluarga sehat, pusat pemantauan tumbuh kembang anak, dan pusat gerakan hidup sehat masyarakat perkotaan,” ujar Hani.

Ia mengajak seluruh Tim Pembina Posyandu yang baru dilantik untuk menyatukan visi, menjaga kekompakan, serta meningkatkan profesionalitas kader agar pelayanan semakin berkualitas dan merata.

“Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan harus menjadi kekuatan utama. Kami ingin manfaat Posyandu benar-benar dirasakan seluruh warga Jakarta,” tandasnya.(*/hel)