Seputarpublik.com || BREBES – Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen Putera Puteri Brebes (FKGD) melalui Yayasan Rumah Cinta Brebes kembali melaksanakan Gerakan Berkurban ke kampung halaman pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Program sosial yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak yayasan berdiri pada 11 September 2018 ini menjadi bentuk kepedulian para akademisi asal Brebes kepada masyarakat di daerah kelahirannya.
Ketua Yayasan Rumah Cinta Brebes, M. Munawir Lasiyono, mengatakan gerakan kurban tersebut telah menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Tahun ini Alhamdulillah para guru besar dan dosen putera-puteri Brebes kembali berpartisipasi dalam Gerakan Berkurban Iduladha 1447 Hijriah dengan menyalurkan 9 ekor sapi dan 15 ekor kambing yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Brebes,” ujar Munawir, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, hewan kurban disalurkan ke sejumlah desa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Brebes, di antaranya Kecamatan Bumiayu, Ketanggungan, Tonjong, Losari, Brebes, Wanasari, Bulakamba, Sirampog, dan Jatibarang. Penyaluran dilakukan agar manfaat kurban dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Gerakan sosial tersebut didukung puluhan akademisi dan tokoh pendidikan asal Brebes yang saat ini mengabdi di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Mereka berasal dari sejumlah kampus ternama seperti Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Cenderawasih (Uncen), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Brawijaya, Universitas Terbuka (UT), Universitas Islam Negeri (UIN), hingga berbagai perguruan tinggi lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas konsistensi gerakan yang dilakukan para akademisi asal Brebes tersebut.
“Ibadah kurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang memiliki manfaat spiritual dan sosial. Selain sebagai wujud syukur, kurban juga memperkuat solidaritas dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Tahroni.
Ia menilai gerakan yang dilakukan FKGD dan Yayasan Rumah Cinta Brebes menjadi contoh nyata kontribusi kaum intelektual dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Hal senada disampaikan Prof. Dr. Ir. Darsono Wisadirana, M.S., Guru Besar Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya sekaligus Pembina FKGD.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Sebagai kaum intelektual asal Brebes, para guru besar dan dosen menunjukkan kepedulian yang besar kepada masyarakat dengan berbagi karunia Allah SWT. Mudah-mudahan gerakan ini terus berlanjut dan partisipasinya semakin besar pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Melalui Gerakan Berkurban 1447 Hijriah ini, Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen Putera Puteri Brebes berharap dapat terus mempererat hubungan antara kalangan akademisi dengan masyarakat serta menghadirkan manfaat nyata bagi warga di berbagai pelosok Kabupaten Brebes.
*(Penulis: Putra)