«“PTPN I harus menjadi motor penggerak pengembangan perkebunan nasional. Hasil riset dan inovasi harus mampu meningkatkan produksi, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan agrowisata berbasis perkebunan,” katanya.»
PTPN I Tegaskan Komitmen Transformasi
Menanggapi arahan tersebut, Direktur Utama PTPN I, Dr. Abdul Rivai Ras, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung agenda strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.
«“Arahan Bapak Menteri Koordinator Bidang Pangan menjadi penguatan bagi langkah transformasi yang sedang dijalankan PTPN I. Kami siap mempercepat pengembangan komoditas perkebunan strategis, memperkuat tata kelola, mengoptimalkan aset produktif, serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani, masyarakat, dan perekonomian nasional,” ujar Abdul Rivai Ras.»
Ia menambahkan, PTPN I akan terus mengembangkan sejumlah komoditas unggulan, seperti kelapa, kakao, kopi, tebu, teh, dan tembakau melalui pendekatan berbasis inovasi, hilirisasi, serta penerapan teknologi modern.
Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing komoditas perkebunan di pasar global.
Menurut Abdul Rivai Ras, transformasi yang dijalankan PTPN I tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kontribusi BUMN perkebunan dalam mendukung program prioritas pemerintah.
Program tersebut khususnya berkaitan dengan ketahanan pangan, hilirisasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui penguatan sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan PTPN I, pengembangan komoditas perkebunan strategis diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat mendukung penguatan swasembada pangan nasional, meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, serta mendorong daya saing Indonesia sebagai negara agraris.(Adv)*
Komentar