> “Bagi kami, hadirnya listrik bukan hanya soal fasilitas, tetapi tentang bagaimana masyarakat bisa menjalani aktivitas dengan lebih baik. Kami berharap anak-anak dapat belajar lebih nyaman pada malam hari, aktivitas rumah tangga menjadi lebih lancar, dan masyarakat memiliki peluang untuk semakin berkembang,” katanya.
Ungkapan syukur juga disampaikan Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada operasional perkebunan, tetapi juga berupaya memastikan kehadiran perusahaan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
> “PTPN I Regional 5 berupaya untuk tumbuh bersama masyarakat. Kami percaya keberhasilan perusahaan harus berjalan beriringan dengan kondisi lingkungan sekitar yang semakin baik. Karena itu, berbagai program sosial dan pembangunan akan terus kami dorong agar manfaat perusahaan benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari keberlanjutan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pada akhir Triwulan II Tahun 2026 PTPN I Regional 5 juga merencanakan pemasangan 24 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di kebun yang sama.
Selain itu, perusahaan akan menyalurkan bantuan perbaikan jalan dan saluran air sepanjang 100 meter di Dusun Kombongan, Desa Pondokrejo. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu mengatasi persoalan banjir akibat tersumbatnya saluran air serta longsornya plengsengan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Kehadiran listrik membawa perubahan besar bagi warga setempat. Salah satu penerima manfaat, Sunoto (47), mengaku sangat bersyukur atas tersedianya akses listrik PLN di wilayahnya.
> “Selama ini memang ada listrik, tetapi dari genset sehingga sangat terbatas. Bahkan kadang mau mengisi daya telepon genggam harus menunggu genset menyala terlebih dahulu. Sekarang sudah merdeka. Terima kasih PTPN I dan PLN. Akhirnya kami bisa ikut menikmati hasil pembangunan,” katanya.
Bagi masyarakat Curah Nongko, hadirnya listrik bukan sekadar penerangan, melainkan simbol harapan baru. Cahaya yang kini menerangi rumah-rumah warga menjadi penanda meningkatnya kualitas hidup sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, dan berkembang di tengah lingkungan perkebunan.(Adv)*
Komentar