Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN I Tegaskan Peran Strategis Dukung Swasembada Pangan, Abdul Rivai Ras: Ketahanan Pangan Fondasi Kedaulatan Bangsa

Peluncuran buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara menegaskan kontribusi PTPN I dalam memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, mendorong pemerataan pembangunan, dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras memaparkan peran strategis PTPN I dalam memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan bangsa melalui peluncuran buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara di Jakarta. Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras memaparkan peran strategis PTPN I dalam memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan bangsa melalui peluncuran buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara di Jakarta.

Seputarpublik.com || JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I/Persero) menegaskan perannya sebagai salah satu pilar strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan kedaulatan nasional. Sebagai anak usaha PTPN III (Persero) yang bergerak di sektor agribisnis, PTPN I dinilai memiliki kontribusi penting melalui penyediaan komoditas pangan, penyerapan tenaga kerja, pemerataan pembangunan, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang perkebunan.

Hal tersebut mengemuka dalam forum Syukuran, Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia, dan Peluncuran Buku karya Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, berjudul Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara di Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan menjadi ruang dialog mengenai keterkaitan sektor pangan dengan ketahanan negara.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, menjelaskan bahwa perusahaan memiliki posisi strategis karena mengelola aset perkebunan yang luas, menyerap banyak tenaga kerja, serta menjalankan misi pembangunan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Menurutnya, karakter industri perkebunan yang padat karya dan tersebar di berbagai daerah turut membuka akses pembangunan, mengurangi kesenjangan wilayah, sekaligus menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

"PTPN I memiliki irisan yang sangat kuat dengan ketahanan pangan. Aset yang besar, jumlah tenaga kerja yang banyak, serta persebaran unit usaha di berbagai wilayah menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan nasional," ujar Abdul Rivai Ras.

Acara berlangsung dalam suasana khidmat dengan rangkaian kegiatan berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, santunan kepada anak yatim, tausiah oleh Ustaz Das'ad Latif, serta diskusi mengenai pembangunan pangan nasional.

Dalam pemaparannya, Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan peran PTPN I dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia mengutip pandangan Presiden yang menekankan bahwa bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri akan memiliki fondasi kemandirian yang lebih kuat.

> "Pembangunan pangan bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membangun kemandirian bangsa, memperkuat stabilitas ekonomi, dan menjaga ketahanan negara," ujarnya.

Abdul Rivai Ras juga memaparkan sejumlah capaian sektor pangan nasional. Berdasarkan data pemerintah, produksi beras Indonesia pada tahun 2025 mencapai sekitar 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi padi tercatat mencapai sekitar 71,95 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan surplus beras sekitar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025. Selain itu, cadangan beras pemerintah disebut berada pada level tertinggi dalam sejarah modern Indonesia.

Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas strategis, yakni beras, jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, petani, pekebun, peternak, penyuluh, akademisi, BUMN, dunia usaha, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat.

Abdul Rivai Ras menilai keberhasilan tersebut harus menjadi pijakan untuk membangun sistem pangan nasional yang semakin tangguh dan berkelanjutan.

> "Swasembada pangan adalah wujud nyata kemandirian bangsa. Di balik setiap capaian produksi terdapat kerja keras seluruh pemangku kepentingan. Sebagai BUMN perkebunan, PTPN I berkomitmen memperkuat produktivitas, modernisasi perkebunan, pengembangan bibit unggul, hilirisasi, serta kemitraan bersama petani agar kontribusi sektor perkebunan terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar," katanya.

Ia menambahkan bahwa tantangan global, seperti perubahan iklim, dinamika geopolitik, serta gangguan rantai pasok internasional semakin mempertegas pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional.

Karena itu, transformasi bisnis PTPN I tidak hanya diarahkan pada peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga untuk mendukung agenda strategis pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan, industri gula nasional, pengembangan komoditas perkebunan unggulan, serta hilirisasi berbasis bioenergi.

Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan juga menjadi fondasi bagi berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang memerlukan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan.

Sebagai perusahaan agribisnis nasional yang mengelola berbagai komoditas strategis, PTPN I akan terus memperkuat kontribusinya melalui transformasi bisnis yang berorientasi pada produktivitas, keberlanjutan, inovasi, digitalisasi, hilirisasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Bagi PTPN I, menjaga swasembada pangan bukan sekadar memenuhi target produksi, melainkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan bangsa. Dari setiap hektare kebun yang dikelola secara produktif, perusahaan berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi ketahanan nasional, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan Indonesia yang mandiri dan berkelanjutan.(Adv)*