Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Perkuat Ekonomi Masyarakat Adat Riau Lewat Program Ketahanan Pangan

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo membangun ekosistem ketahanan pangan berbasis ekonomi inklusif dengan menyalurkan sapi produktif bagi masyarakat adat di Kampar, Riau.
PTPN IV PalmCo Bangun Ketahanan Pangan dan Perkuat Ekonomi Inklusif Masyarakat Adat Riau PTPN IV PalmCo Bangun Ketahanan Pangan dan Perkuat Ekonomi Inklusif Masyarakat Adat Riau

Seputarpublik.com || JAKARTA – Memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan (Environmental, Social, and Governance/ESG) serta mendukung ketahanan pangan nasional, PTPN IV PalmCo sebagai Subholding PTPN III (Persero) menginisiasi program pemberdayaan ekonomi sirkular bagi masyarakat adat di Provinsi Riau.

Inisiatif tersebut diwujudkan melalui penyaluran puluhan sapi ternak produktif untuk mendorong kemandirian ekonomi dan kedaulatan pangan berbasis komunitas di Desa Kasikan dan Desa Talang Danto, Kabupaten Kampar.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari cetak biru program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang dirancang untuk memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perkebunan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa transformasi PalmCo sebagai perusahaan perkebunan tidak hanya berfokus pada kinerja finansial dan produktivitas kelapa sawit, tetapi juga pada penciptaan ekosistem sosial yang kuat dan berkelanjutan.

Menurutnya, ketahanan pangan nasional harus dibangun secara holistik, mencakup penguatan sektor komoditas nabati sekaligus pemenuhan protein hewani yang dikelola langsung oleh masyarakat.

“Kami meyakini bahwa keberlanjutan operasional perusahaan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat adat. Program budidaya ternak ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi merupakan investasi sosial dan bagian dari desain besar ESG PalmCo untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular dan ketahanan pangan dari tingkat desa,” ujar Jatmiko.

Dalam pelaksanaannya, bantuan yang diberikan dirancang khusus untuk tujuan budidaya berkelanjutan, bukan konsumsi jangka pendek. Sebanyak 20 ekor sapi indukan produktif dengan bibit unggul usia produktif disalurkan secara merata, masing-masing 10 ekor untuk Desa Kasikan dan 10 ekor untuk Desa Talang Danto.

Setiap desa menerima komposisi sapi jantan dan betina guna mendukung proses pengembangbiakan secara mandiri.

“Desain bantuan ini telah diperhitungkan secara matang. Dengan komposisi sapi jantan dan betina usia produktif, kami berharap masyarakat tidak hanya membesarkan lalu menjualnya, tetapi mampu melakukan pembiakan secara mandiri sehingga populasi ternak terus bertambah dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Adat

Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru yang dikelola langsung oleh masyarakat adat. Bantuan bibit sapi unggul tersebut merupakan aset produktif yang diharapkan mampu berkembang menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus menjadi social safety net bagi masyarakat desa.

Jatmiko menambahkan, pendekatan partisipatif yang selaras dengan kearifan lokal menjadi kunci keberhasilan program agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Di Kampar, budaya dan potensi peternakan sangat sejalan. Kami berharap program ini dapat menjadi pemantik bagi masyarakat adat untuk mengoptimalkan potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi kolektif,” tambahnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari tokoh adat dan pemerintah desa setempat.

Datuk Banda Garu, selaku Ninik Mamak Desa Talang Danto, menyampaikan apresiasi atas perhatian perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Ini sangat membantu dalam memperkuat ekonomi masyarakat kami. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut ke depan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Kasikan, Alhudri, menilai bantuan tersebut menjadi peluang baru bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif berbasis peternakan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari PTPN IV PalmCo. Bantuan ini akan kami kelola dengan baik agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Harapan kami, sinergi ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan,” katanya.

Ke depan, PTPN IV PalmCo berkomitmen untuk terus mereplikasi dan mengembangkan model pemberdayaan serupa yang mengintegrasikan potensi lokal dengan visi besar perusahaan, guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan penghapusan kelaparan.(Adv)*