Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN IV Regional V Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, 90 Peserta Ikuti Bimtek Dalkarhutla di Kalimantan Barat

Bekerja sama dengan Manggala Agni, PTPN IV Regional V membekali insan perusahaan dengan strategi pencegahan, deteksi dini, dan penanggulangan karhutla untuk mendukung target Zero Fire serta praktik perkebunan berkelanjutan.
PTPN IV Regional V menggelar Bimbingan Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Bimtek Dalkarhutla) bagi 90 peserta di wilayah operasional Kalimantan Barat sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan, pencegahan, dan pengendalian karhutla serta mendukung target Zero Fire. PTPN IV Regional V menggelar Bimbingan Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Bimtek Dalkarhutla) bagi 90 peserta di wilayah operasional Kalimantan Barat sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan, pencegahan, dan pengendalian karhutla serta mendukung target Zero Fire.

Seputarpublik.com || MELIAU – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus memperkuat implementasi praktik perkebunan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di seluruh entitas usaha. Sejalan dengan komitmen tersebut, PTPN IV Regional V menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Bimtek Dalkarhutla) bagi insan perusahaan di wilayah operasional Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat sistem pencegahan, kesiapsiagaan, dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus mendukung penerapan tata kelola perkebunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Bimtek yang diikuti 90 peserta tersebut berlangsung selama dua hari, 14–15 Juli 2026, bekerja sama dengan Manggala Agni Kalimantan XI/Sintang, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah II Pontianak. Hari pertama kegiatan dilaksanakan di Wisma Parindu, sedangkan hari kedua dipusatkan di Aula Unit Group Kalbar Meliau.

Pelaksanaan Bimtek mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pedoman Pembukaan dan/atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar serta Pengendalian Kebakaran Lahan Perkebunan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pencegahan kebakaran, sistem deteksi dini, teknik penanggulangan kebakaran, penggunaan peralatan pemadam, hingga penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla.

Materi disampaikan melalui pembelajaran teori dan praktik oleh instruktur Manggala Agni yang memiliki kompetensi di bidang pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Salah seorang peserta, Salma Khairunnisa, CKP, Asisten Personalia & Teknik Kebun Gunung Meliau, mengapresiasi pelaksanaan Bimtek tersebut. Menurutnya, pelatihan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai langkah yang perlu dipersiapkan perusahaan dalam menghadapi potensi karhutla.

"Ini merupakan pengalaman pertama bagi saya mengikuti Bimtek Dalkarhutla dan memberikan banyak wawasan baru. Materi yang disampaikan sangat penting, terutama mengenai berbagai persiapan yang harus dilakukan, baik dari sisi kesiapan personel maupun peralatan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan," ujar Salma.

Ia menambahkan, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan akan segera diimplementasikan di unit kerjanya guna memperkuat sistem pencegahan dan kesiapsiagaan.

"Sepulang dari kegiatan ini, kami di Kebun Gunung Meliau dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih matang, mulai dari penyempurnaan struktur organisasi regu pengendalian kebakaran, penguatan sarana dan prasarana, hingga inventarisasi sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan apabila terjadi keadaan darurat. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung target Zero Fire di lingkungan kerja PTPN IV Regional V," tuturnya.

Kepala Sub Bagian Pengembangan SDM & Talenta PTPN IV Regional V, Djoko Purwanto, mengatakan Bimtek Dalkarhutla merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan instansi yang memiliki kompetensi di bidang pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

"Melalui kerja sama dengan Manggala Agni Kalimantan XI/Sintang, peserta mendapatkan pembekalan yang komprehensif, mulai dari aspek pencegahan, deteksi dini, penanggulangan kebakaran, hingga penguatan koordinasi lintas sektor. Kami berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di unit kerja masing-masing sehingga kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi musim kemarau semakin optimal dan target Zero Fire dapat terus diwujudkan," ujar Djoko.

Sementara itu, Kepala Bagian SDM & Sistem Manajemen PTPN IV Regional V, Donny Usman, menegaskan bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan merupakan aspek strategis dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan, melindungi aset, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung penerapan praktik perkebunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, penyelenggaraan Bimtek tersebut juga menjadi bagian dari implementasi budaya transformasi One PTPN One Culture yang berlandaskan nilai Ownership Mindset, Networking, dan Excellence.

Nilai Ownership Mindset mendorong setiap insan perusahaan memiliki rasa tanggung jawab terhadap perlindungan aset, lingkungan, dan wilayah kerja. Sementara itu, Networking diwujudkan melalui sinergi dengan pemerintah, aparat, masyarakat, serta para pemangku kepentingan dalam membangun sistem pengendalian karhutla yang efektif.

Adapun nilai Excellence tercermin melalui peningkatan kompetensi, disiplin, kesiapsiagaan, serta penerapan standar operasional secara konsisten.

"Sebagai perusahaan perkebunan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, PTPN IV Regional V memiliki komitmen untuk mewujudkan operasional yang aman, bertanggung jawab, dan bebas dari praktik pembakaran. Melalui bimbingan teknis ini, kami ingin meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat budaya pencegahan di seluruh unit kerja. Dengan kesiapsiagaan yang semakin baik, kami optimistis target Zero Fire dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap tata kelola perkebunan yang berkelanjutan," tutup Donny.

Melalui penyelenggaraan Bimtek Dalkarhutla tersebut, PTPN IV Regional V menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, menerapkan tata kelola perkebunan yang bertanggung jawab, serta memenuhi standar keberlanjutan nasional dan internasional.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya pencegahan kebakaran sekaligus mendukung kelestarian lingkungan dan keberlanjutan operasional perusahaan di seluruh wilayah kerja PTPN IV Regional V.(Adv)*