Menurut PWMOI, istilah “Londo Ireng” memiliki konotasi historis yang negatif dan dalam konteks tertentu digunakan untuk menyebut kelompok yang dianggap lebih membela kepentingan asing dibandingkan kepentingan nasional. Karena itu, penggunaan istilah tersebut terhadap wartawan dinilai dapat menimbulkan persepsi negatif dan berpotensi merendahkan profesi pers.
PWMOI Tekankan Pers sebagai Pilar Demokrasi
PWMOI juga menilai kritik yang disampaikan wartawan, pengamat, maupun LSM terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Pers memiliki fungsi kontrol sosial yang dijalankan melalui pemberitaan dan kritik berdasarkan kepentingan publik.
“Wartawan dan pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang wajib mengawal berbagai kebijakan secara kritis, independen, dan konstruktif,” ujar Jusuf Rizal.
Ia menilai pejabat publik, termasuk Presiden, seharusnya dapat menerima kritik sebagai bagian dari konsekuensi menjalankan pemerintahan. Menurutnya, perbedaan pandangan terhadap kebijakan publik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi.
Jusuf Rizal yang juga dikenal sebagai relawan Prabowo mengatakan, kritik dari wartawan, pengamat, dan LSM seharusnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
Komentar