Materi dan praktik diberikan secara bertahap agar seluruh peserta dapat memahami sekaligus menerapkan tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Bantuan Hidup Lanjut (BHL), serta penanganan kondisi Code Blue secara cepat dan tepat sesuai prosedur.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif seluruh karyawan dan karyawati selama mengikuti setiap tahapan pelatihan.
Tidak hanya mendapatkan pembekalan secara teori, peserta juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung langkah-langkah penanganan kondisi kegawatdaruratan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Kegiatan praktik tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan peserta ketika menghadapi situasi medis yang membutuhkan respons cepat di lingkungan rumah sakit.
Dukung Pelayanan Berorientasi Keselamatan Pasien
Pelaksanaan IHT tersebut menegaskan komitmen Rumah Sakit Sri Pamela Tebing Tinggi dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan seluruh sumber daya manusia dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis.
Peningkatan kompetensi diharapkan dapat memperkuat kemampuan tenaga kesehatan maupun seluruh karyawan dalam memberikan respons yang cepat, tepat, dan aman ketika menghadapi kondisi darurat.
Upaya tersebut sekaligus mendukung komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Dengan peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan sumber daya manusia, Rumah Sakit Sri Pamela Tebing Tinggi diharapkan dapat terus memberikan pengalaman pelayanan yang baik sekaligus meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga.(Adv)
Komentar