Seputarpublik.com, Jakarta — Ketua Umum Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), Ismail Lutan, meraih Humas Award 2025 yang diberikan langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi apresiasi Kemenag terhadap dedikasi para jurnalis yang selama ini mengawal pemberitaan kementerian.
Acara penganugerahan yang mengusung tema “Satu Kemenag, Berjuta Cerita Baik” berlangsung meriah di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (1/12/2025) malam. Total 12 jurnalis menerima penghargaan serupa, termasuk nama-nama yang selama ini aktif melakukan peliputan di Kemenag.
Ismail: "Saya kira hanya undangan liputan biasa"
Ismail Lutan, yang juga wartawan Parahyangan-post.com, mengaku terkejut saat namanya disebut sebagai penerima penghargaan.
“Sangat terharu, tidak menyangka sama sekali. Tadinya saya kira undangan liputan biasa, karena saya tidak membacanya secara detail,” ujarnya
||Baca Juga: "Presiden Prabowo Subianto Tinjau Pengungsi Korban Bencana di Sumut"
Berpengalaman lebih dari 25 tahun meliput di Kemenag, sejak era Menteri Agama Tarmizi Taher, Ismail mengatakan penghargaan ini terasa sangat istimewa baginya. Ia bahkan bersyukur datang dengan pakaian batik usai menghadiri agenda resmi lain.
“Kalau nggak pakai batik, wah malu juga menerima penghargaan pakai kaos dan celana jeans,” ucapnya sambil tertawa.
Ismail menilai Menag Nasaruddin Umar memiliki kedekatan emosional dengan dunia jurnalistik. “Beliau paham betul suka-duka wartawan. Maklum, dulu pernah jadi wartawan juga,” katanya.
Cerita 20 tahun lalu: Buku yang tak pernah dikembalikan
Ismail juga membagikan kisah lamanya bersama Nasaruddin Umar. Pada 2005, saat menjadi Pemimpin Redaksi Tabloid At Tin Taman Mini, ia meminjam buku baru Nasaruddin yang saat itu masih berbentuk sampel cetak untuk diresensi.
“Ini baru sampel. Kembalikan ya. Kalau mau bukunya nanti saya kasih setelah dicetak,” kata Nasaruddin kala itu.
Namun hingga kini, Ismail mengaku belum sempat mengembalikan buku tersebut dan kerap menjadikannya rujukan tulisannya.
Menag: "Humas Award bukan seremoni"
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Humas Award bukan sekadar acara seremonial, melainkan komitmen memperkuat identitas Kemenag sebagai lembaga yang mengedepankan nilai dan empati.
“Tema Satu Kemenag, Berjuta Cerita Baik bukan sekadar slogan. Ini identitas kita sebagai kementerian yang bekerja dengan nilai, empati, dan tanggung jawab moral,” ujarnya.
Sekjen: "Komunikasi publik kini bagian dari program inti"
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menyebut 2025 sebagai tahun pertama implementasi Asta Cita, yang berkaitan erat dengan kerja humas.
“Komunikasi publik bukan lagi pelengkap program, tetapi bagian dari implementasi program itu sendiri. Keberhasilan kebijakan bergantung pada seberapa jernih dipahami masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sepanjang 2025, eksposur publik terhadap isu-isu Kemenag sangat tinggi. Penguatan humas diwujudkan melalui jejaring 1.248 pranata humas aktif di seluruh Indonesia.
Daftar Lengkap Penerima Humas Award 2025
Penghargaan tahun ini mencakup 10 kategori, mulai dari media sosial terbaik, website terbaik, inovasi komunikasi, hingga penghargaan khusus bagi jurnalis serta media komunitas.
Berikut sejumlah pemenang dalam kategori jurnalis Penguatan Literasi Pendidikan Agama dan Kehidupan Beragama:
1. Andika Wahyu (Antara Foto)
2. Haris Fadhil (Detik.com)
3. Rini Haerani (RRI)
4. Gigih Irvan Wahyudi (MNC TV)
5. Melvia Meifitri (Kompas TV)
6. Nana Maulana (Rakyat Merdeka)
7. Ismail Lutan (Parahyanganpost.com)
8. Ahmad Fahmi (Times Indonesia)
9. Fatimah Maria Bona (Beritasatu)
10. Nasuha (Indopos.co)
11. Rini Suryati (Kedaulatan Rakyat)
12. Yosef Iskandar Agung (TVRI)
Selain itu, beberapa lembaga seperti NU Online, TV Muhammadiyah, dan MUI Digital memperoleh penghargaan kategori Media Komunitas.
Penganugerahan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Kemenag dan insan pers dalam menghadirkan informasi publik yang kredibel dan mencerahkan.(*/hel)