Menurut pihak sekolah, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai alasan belum tersalurkannya MBG ke SDN 1 Cibarani. Padahal, beberapa pihak sebelumnya telah melakukan pendataan jumlah siswa.
“Kami sudah beberapa kali diminta data jumlah murid, tetapi setelah itu belum ada tindak lanjut atau informasi lanjutan,” jelasnya.
Ia menduga faktor akses menuju sekolah yang cukup sulit menjadi salah satu tantangan distribusi. Selain berlokasi jauh dari pusat kecamatan, kondisi jalan menuju sekolah juga disebut mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Meski menghadapi keterbatasan akses, sebanyak 117 siswa tetap menjalani kegiatan belajar mengajar seperti biasa dengan semangat.
Pihak sekolah berharap program MBG dapat segera menjangkau seluruh peserta didik secara merata, sehingga para siswa di wilayah terpencil juga dapat memperoleh manfaat yang sama dalam mendukung kebutuhan gizi dan proses belajar mereka.
*Penulis: Aan
Komentar