Seputar Publik / Megapolitan

Sekda Marullah Panen Buah Melon Di Smart Garden House Ragunan

Ia melanjutkan, di sela kesibukan-kesibukan tertentu, masyarakat juga sudah bisa dengan mudah mengatur segala perawatannya. Seperti menyiram setiap beberapa jam sekali dengan pengaturan mesin otomatis.

Marullah menambahkan, metode pertanian di Smart Garden House ini telah diatur secara otomatis mulai dari penyemaian, penyiraman, pemeliharaan, pemberian nutrisi, bubuk, dan lainnya.

“Dari seluruh proses itu, dalam kurun waktu 70 hari sudah bisa dipanen. Tadi saya memanen sekitar 315 melon. Masing-masing melon ketika dipanen berkisar satu sampai satu setengah kiloan. Harganya pun cukup baik di pasaran,” jelas Marullah.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Selatan Hasudungan A. Sidabalok mengatakan, melon yang dipanen hari ini merupakan varietas sweet net yang memiliki tekstur renyah dengan tingkat kemanisan lebih tinggi dibandingkan dengan melon konvensional.

“Di Smart Garden House ini, kata Hasudungan, jumlah buah per tanaman itu juga bisa kita atur sedemikian rupa. Sistem penyiraman sudah kita atur otomatis enam kali sehari untuk 315 pohon. Ini adalah sistem pertanian perkotaan yang perlu kita diseminasi, kita aplikasikan di tempat lain.

“Jadi, meskipun lahan terbatas, kita tetap bisa mengupayakan optimalisasi produksi dari sistem pertanian dengan meningkatkan teknologi,” ucapnya.

Selain itu, Hasudungan juga menambahkan, hasil panen melon tersebut akan dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) binaan Suku Dinas KPKP Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk kemudian dijual kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

“Melon-melon yang sudah dipanen nantinya dijual ke warga dengan harga yang relatif lebih murah dari harga pasar. Kemudian, hasil dari penjualan itu akan masuk ke kas kelompok tani binaan Sudin KPKP Jakarta Selatan untuk operasional kegiatan berikutnya,” pungkas Hasudungan.

(*/Hel)

Tulis Komentar

Komentar