Seputar Publik / Berita

Sejarah Sholawat Burdah Berawal Dari Penyakit Lumpuh Imam Bushiri Hingga Sembuh Total Setelah Bertemu Rosululloh SAW

Qosidah Burdah Atau Sholawat Burdah Karya Imam Al-,Bushiri pada abad ke 7 Hijriah atau abad ke 13 Masehi. Qosidah Burdah Atau Sholawat Burdah Karya Imam Al-,Bushiri pada abad ke 7 Hijriah atau abad ke 13 Masehi.

2. Wasilah Penyembuhan : Diyakini oleh para ulama sebagai doa atau mujarab untuk memohon kesembuhan dari berbagai penyakit, sesuai arti kata Burdah yang juga bermakna penyembuhan (asy-syifa). 

3. Benteng Perlindungan : Dipercaya dapat melindungi diri, rumah, atau tempat tinggal dari gangguan jin, setan, dan marabahaya jika diamalkan dengan istiqomah. 

4. Ketenangan Hati : Membaca bait-bait pujian ini dengan penuh penghayatan dapat membersihkan hati yang keras serta mendatangkan ketenteraman jiwa. 

5. Pengabulan Hajat : Menjadi amalan yang sering dibaca saat seseorang memiliki hajat penting atau menghadapi kesulitan hidup (nuzûl al-muhimmât

Tata Cara Membaca Sholawat Burdah

Sholawat Burdah hendaknya dibaca di tempat yang layak, penuh adab dan sopan, serta dalam keadaan suci. Adapun cara membaca atau mengamalkan sebagai berikut:

Pertama, membaca surat al-Fatihah dengan dihadiahkan kepada Rasulullah saw dan Imam al-Bushiri. 

Kedua, mengajak orang lain untuk bersama-sama membaca shalawat kepada Rasulullah saw, dengan membaca ayat sebagai berikut

Ketiga, untuk setiap bait tertentu dari beberapa bait yang ada dalam Qasidah Burdah dimulai dengan membaca sholawat yang sudah sangat terkenal sebagai berikut :

 مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا *** عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ 

Artinya, “Wahai Tuhanku, limpahkanlah selalu rahmat penghormatan dan keselamatan atas kekasih-Mu Nabi Muhammad saw, makhluk terbaik di antara seluruh makhluk.

AHMAD ZARKASI Dari Berbagai Sumber

 

Tulis Komentar

Komentar