
Kota Bekasi – Untuk menghasilkan pemimpin bersih bebas dari Korupsi dalam Pilkada Kota Bekasi 2024. Serikat Ormas Bekasi (Somasi) menggelar Diskusi Publik bertajuk “Mengawal Bekasi Bersih dari Korupsi” bertempat di RM Griya Wulansari Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/11/2024).
Diskusi menghadirkan berbagai narasumber diantaranya, pakar hukum Bambang Sunaryo, mantan camat Ichsan Said. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi (PDM) Zahrul Hadiprabowo, Ketua KNPI Mardani Ahmad, pemerhati kebijakan publik Abdul Choir HS dan lain-lain.
Diskusi berlangsung hangat, masing-masing narasumber bersepakat Kota Bekasi perlu punya pemimpin yang bersih bebas dari korupsi. Karena itu perhelatan Pilkada Kota Bekasi 2024 harus dikawal agar tidak terjadi lagi Wali Kota yang dipenjara karena korupsi, seperti mantan Wali Kota sebelumnya Mochtar Mohamad dan Rahmat Effendi.
Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi Zahrul Hadiprabowo menyoroti korupsi dari sudut pandang agama, dikatakannya, korupsi adalah perbuatan haram yang dosanya sangat besar.
“Korupsi itu dosa besar, sebab merusak keadilan sosial. Muhammadiyah mendukung perang untuk membrantas korupsi,” tegasnya.
Pakar hukum Bambang Sunaryo mengungkap agar Kota Bekasi tidak kembali dipimpin oleh Wali Kota yang berpotensi korupsi maka masyarakat harus melihat rekam jejak para calon yang ikut berkontestasi di Pilkada Kota Bekasi 2024.
“Silakan pilih calon kandidat, ada tiga kandidat. Telusuri rekam jejaknya. Pilih yang betul betul punya niat tulus, tidak korupsi, yang berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak bukan kepentingan golongan,” ungkapnya.
Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Bekasi Faizal berharap untuk memberantas korupsi kita bisa belajar dari Pemerintah China dalam hal ketegasannya memberantas korupsi.
“Misalnya pemimpin pemerintah RRC pernah menyatakan akan menyediakan 100 peti mati, 99 peti mati untuk pejabat dan menteri yang dia pimpin, 1 peti untuk dirinya sendiri,” kata Faizal.
Untuk itu, Faizal meminta seluruh calon Wali Kota dapat membuat pernyataan yang sama seperti Pemerintah RRC. Menurutnya langkah ini perlu ditiru agar tidak ada lagi Wali Kota Bekasi yang tersandung kasus korupsi.
“para calon pemimpin khususnya di Pilkada Kota Bekasi ini harus berani membuat pernyataan serupa, seperti Pemerintah china,” ujarnya.
Nah, jika itu dilakukan pasti warga akan lebih percaya, bahwa calon Wali Kota Bekasi tidak akan melakukan hattrick sebagai wali kota yang ditangkap KPK karena korupsi,” pungkasnya.
(Ahmad Zarkasi)