Salah satu poin utama evaluasi adalah soal kemasan makanan. Dadan meminta agar mitra tidak lagi menggunakan kantong plastik sederhana. Ke depan, makanan MBG harus dikemas dalam wadah yang lebih representatif, higienis, serta mampu menjaga kualitas makanan hingga diterima oleh penerima manfaat.
Selain kemasan, komposisi menu juga menjadi sorotan. Dadan menegaskan agar bahan pangan disesuaikan dengan pagu bahan baku yang telah ditetapkan. Dalam rapat tersebut, ia meminta menu berbahan kacang diganti dengan telur tanpa mengurangi nilai gizi.
Menurut Dadan, harga kacang relatif lebih mahal dibanding telur. Di sisi lain, telur dinilai memiliki citra sumber protein yang lebih baik serta lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.
AKG dan Harga Bahan Harus Transparan
BGN juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi. Setiap SPPG diminta menyusun penjelasan rinci mengenai Angka Kecukupan Gizi (AKG) serta harga masing-masing bahan pangan dalam setiap menu MBG.
Untuk balita hingga siswa SD kelas 3, pagu harga bahan baku ditetapkan sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara itu, kelompok penerima lainnya mendapatkan alokasi Rp10.000 per porsi. Meski demikian, Dadan menegaskan bahwa besaran tersebut dapat berbeda sesuai indeks kemahalan daerah dan bersifat at cost, sehingga perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.
SPPG Diminta Siapkan Alat Vakum
Dalam upaya menjaga kualitas dan keamanan pangan, Dadan juga meminta setiap SPPG mulai menyediakan peralatan vakum (vacuum sealer). Penggunaan alat ini dinilai penting agar makanan lebih awet, higienis, dan tetap layak konsumsi selama proses distribusi, terutama di bulan Ramadan.
Ia juga mengingatkan agar mitra tidak memaksakan penggunaan bahan baku yang sudah tidak layak. Jika ditemukan bahan dalam kondisi kurang baik, distribusi makanan dapat ditunda dan diganti pada hari berikutnya.
> “Kami tidak ingin ada kompromi dalam hal kualitas. Prinsipnya sederhana: makanan harus aman, bergizi, dan sesuai pagu. Jika ada bahan yang tidak layak, lebih baik diganti daripada dipaksakan. Ini bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat,” kata Dadan.
Dengan evaluasi ini, BGN berharap pelaksanaan MBG selama Ramadan tetap berjalan optimal, aman, dan memenuhi standar gizi bagi seluruh penerima manfaat. (*/hel)
Komentar