Beranda
Seputar Publik / Nusantara

Suasana Imlek Mulai Terasa di Kota Singkawang, 680 Tatung Siap Ramaikan Festival Cap Go Meh

Tradisi Hari Raya Imlek dan Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang Tradisi Hari Raya Imlek dan Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang

Seputarpublik, Singkawang – Suasana Imlek dan Cap Go Meh sudah mulai terasa dan menghiasi Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat. Masyarakat Kota Singkawang sepertinya sudah siap menyambut perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini.

Sebanyak 680 Tatung siap meramaikan Hari Raya Imlek dan Festival Cap Go Meh yang akan digelar pada akhir Januari dan awal Februari 2023 mendatang.

Ratusan peserta Tatung tersebut sudah resmi mendaftar ke Panitia Imlek dan Cap Go Meh yang dilaksanakan pada Desember tahun 2022 kemarin.

Perlu diketahui, Tradisi tatung berasal dari Singkawang yang dilakukan menjelang perayaan Cap Go Meh.

Tradisi tatung ini berawal dari kedatangan etnis Tionghoa ke Indonesia pada abad ke-4. Mayoritas dari mereka ini berasal dari suku Hakka atau Khek dari Tiongkok Selatan yang merantau ke Pulau Kalimantan (Borneo).

Dalam bahasa Hakka, tatung berarti orang yang dimasuki roh leluhur atau dewa-dewa. Roh itu dipanggil dengan mantra tertentu untuk merasuki tubuh seseorang.

Tradisi tatung sangat unik, menyeramkan dan menjadi pawai terbesar di dunia sehingga mampu menarik minat para turis.

Perayaan Imlek dan Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang

Wakil Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh, Tjhai Chui Mie menerangkan, pihaknya masih menunggu kelengkapan persyaratan dari para peserta Tatung yang sudah mendaftar tersebut.

Sementara para Tatung yang berada di luar daerah dan tidak dapat mendaftar pada Desember 2022 lalu, Tjhai Chui Mie menerangkan, pihaknya akan kembali membuka pendaftaran di Januari ini.

“Jadi 26 sampai 28 Januari kita menerima perlengkapan persyaratan para Tatung yang sudah daftar. Kita juga masih menerima pendaftaran peserta Tatung selama tiga hari itu,” terang Tjhai Chui Mie, Senin (2/1/2023).

Wakil Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh, Tjhai Chui Mie

Tjhai Chui Mie menerangkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan panitia Singkawang Chrismast Day untuk proses penghiasan tersebut.

Hal ini memang harus pihaknya lakukan lantaran waktu perayaan Imlek ini, cukup dekat dengan perayaan Natal, sehingga hiasan-hiasan Natal yang sudah di pasang oleh panitia Singkawang Chrismast Day akan digantikan dengan hiasan khas Imlek.