Seputar Publik / Megapolitan

Surat Gerindra Jabar Soal Perayaan Tahun Baru Layak Dijadikan Inspirasi Kebijakan Nasional

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah (kanan). Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah (kanan).

Dalam konteks itu, Toto mengusulkan agar instruksi Gerindra Jabar mengilhami elit politik lainnya, khususnya pemerintah, dalam menyusun kebijakan nasional untuk perayaan Tahun Baru 2026 yang mencerminkan kepekaan dan kepedulian tersebut.

Sebagai contoh, ia mengusulkan kebijakan nasional untuk tidak menggelar pesta kembang api, konser musik, atau bentuk pesta hura-hura lainnya yang memakan banyak biaya. Lebih tepat jika kebijakan nasional juga berbentuk Doa Bersama.

Bahkan, kata Toto, jika memungkinkan, selain Doa Bersama juga dapat diadakan Taubat Bersama. Sehingga, aneka musibah alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dapat menggugah kita untuk bermuhasabah atau introspeksi diri — bahwa semua kejadian ini bisa jadi akibat dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

"Jadi, Tahun Baru bukan hanya momen yang mendekatkan kita kepada Tuhan Allah SWT melalui Doa, tetapi juga momen untuk mengevaluasi sikap dan kelakuan kita selama ini. Mungkin karena sikap korup, serakah, atau sikap jahat lainnya," tandasnya.

Menurutnya, dalam konteks seperti itu, taubat menjadi salah satu kunci agar seluruh dosa-dosa kita diampuni. Karena ini bukan urusan satu dua orang, maka yang ideal adalah taubat yang dilakukan bersama, yakni Taubat Nasional.

(*)

Tulis Komentar

Komentar