“Hindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” tuturnya.
Dalam kesempatan sama, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, wilayah Jayapura merupakan wilayah seismik aktif dan kompleks.
“Ini tercermin dari perbedaan mekanisme gempa yang terjadi pada tanggal 2 Januari 2023 lalu. Saat itu merupakan gempa dengan mekanisme turun, saat ini gempa yang terjadi sesar geser, ini menunjukkan bahwa kawasan ini merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks,” katanya.
Ia menambahkan, batuan di wilayah Jayapura, Papua juga memiliki karakteristik rapuh sehingga mudah terjadi gempa.
“Maka perlu diyakinkan ke depan bahwa kawasan permukiman kota Jayapura, Keerom dan sekitarnya perlu memerhatikan bangunan yang tahan gempa, sehingga dengan bangunan ini kita bisa aman bila terjadi gempa sewaktu-waktu,” ujarnya.
Komentar