Beranda
Seputar Publik / Megapolitan

Tri Adhianto Serahkan Ijazah Siswi yang Tertahan 10 Tahun Karena Tidak Mampu Menebus

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sedang menyerahkan ijazah seorang siswi yang tertahan selama 10 tahun, yang penerimaannya diwakili suami  sang siswi yang diketahui sudah menikah. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sedang menyerahkan ijazah seorang siswi yang tertahan selama 10 tahun, yang penerimaannya diwakili suami sang siswi yang diketahui sudah menikah.

Seputar Publik Kota Bekasi - Menindak lanjuti pesan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahwa tidak boleh ada lagi siswa siswi yang ijazah tertahan di sekolah karena tidak bisa membayar.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyerahkan ijazah seorang siswi SMK yang tertahan selama 10 tahun di sekolah karena tidak mampu membayar.

Ijazah tersebut diserahkan langsung Tri Adhianto ke pelajar SMK Abdi Karya Kota Bekasi yang ijazahnya tertahan selama 10 tahun bernama Dewi Permata didampingi orang tuanya pada pelaksanaan tarawih keliling di Masjid Al-Aqsho Kelurahan Jatibening Kecamatan Pondok Gede.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa sesuai dengan perintah Gubernur Jawa Barat bahwa tidak ada sekolah di Provinsi Jawa Barat yang menahan ijazah dari siswa atau siswi karena alasan belum membayar biaya sekolah.

Sebagaimana tercatat dalam ijazah tersebut bahwa Dewi Permata Sari lulus pada tanggal 15 Mei 2015, yang berarti sudah 10 tahun tertahan di sekolah yang pada malam ini di tanggal 10 Maret 2025 telah diserahkan.

“Pemerintah Kota Bekasi menjamin setiap siswa dan siswi untuk mendapatkan ijazahnya, tidak ada yang menahan dengan alasan apapun, karena ijazah itu hasil dan output untuk melamar kerja si siswa, jika ditahan bagaimana ia mau melamar kerja.” Tegas Tri.

Menurut data, Dewi Permata sari saat ini sudah menikah dan memiliki satu orang putra dan kini menjadi ibu rumah tangga, sang suami bernama Muhammad Khoirul sebagai perwakilan menerima ijazah dan berterima kasih kepada Wali Kota Bekasi atas jaminan tersebut dan akan sangat bermanfaat kedepannya.

Sementara itu, dalam giat tarawih keliling, Tri mengucapkan terima kasih kepada DKM Al-Aqsha karena memiliki program pengajaran dini kepada anak anak untuk belajar itikaf.

karena, menurut Tri, pada era kini anak anak banyak yang terpengaruh untuk berpotensi kenakalan remaja seperti tawuran yang sangat tidak ada manfaatnya.

“peran kuat sinergitas antara 3 pilar di wilayah sangat diperlukan untuk monitoring anak anak yang masih berkumpul di atas pukul 22.00, harus segera dibina karena berpotensi mengundang tauran.” tegas Tri.

(*/AZ)