Beranda
Seputar Publik / Berita

UMB dan GCKI Dampingi UMKM Bojonggede Rebranding untuk Tingkatkan Daya Saing Produk

Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mercu Buana dan GCKI membekali pelaku UMKM dengan strategi identitas merek, digitalisasi visual, dan komunikasi pemasaran yang lebih konsisten.
Universitas Mercu Buana bersama Gerakan Cerdas Komunikasi Indonesia mendampingi pelaku UMKM di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, melalui program rebranding dan digitalisasi identitas visual untuk memperkuat daya saing produk. Universitas Mercu Buana bersama Gerakan Cerdas Komunikasi Indonesia mendampingi pelaku UMKM di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, melalui program rebranding dan digitalisasi identitas visual untuk memperkuat daya saing produk.

Seputarpublik.com || BOGOR — Universitas Mercu Buana (UMB) bekerja sama dengan Gerakan Cerdas Komunikasi Indonesia (GCKI) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pendampingan Rebranding UMKM untuk Meningkatkan Daya Saing dan Nilai Produk di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.”

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebanyak empat kali di Sekretariat GCKI Bojonggede. Program ini ditujukan untuk membantu pelaku UMKM lokal, khususnya yang bergerak di sektor kuliner dan produk olahan, menghadapi persaingan pasar melalui penguatan identitas merek, perbaikan tampilan produk, serta pengembangan komunikasi pemasaran secara berkelanjutan.

Ketua Pelaksana PKM UMB, Dr. Ira Purwitasari, mengatakan pendampingan tersebut tidak hanya berfokus pada perubahan logo maupun kemasan produk. Lebih dari itu, program dirancang untuk membangun pemahaman strategis pelaku UMKM mengenai identitas merek, Unique Selling Proposition (USP), hingga posisi produk di mata konsumen.

“Pendampingan ini dirancang bukan sekadar untuk mengubah logo atau kemasan, melainkan membangun pemahaman strategis UMKM mengenai identitas, Unique Selling Proposition (USP), hingga posisi produk di mata konsumen,” ujar Ira.

Perkenalkan Digitalisasi Identitas Visual

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam program tersebut adalah Sistem Digitalisasi Identitas Visual (Brand Identity) melalui pemanfaatan teknologi desain digital.

Melalui pendekatan ini, pelaku UMKM diarahkan tidak hanya memiliki identitas visual baru, tetapi juga mampu mengelola dan mengembangkan materi komunikasi merek secara mandiri.

Teknologi desain digital dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha membuat serta memperbarui berbagai materi promosi tanpa harus selalu bergantung pada jasa desain eksternal untuk kebutuhan komunikasi visual rutin.

Dengan kemampuan tersebut, identitas merek diharapkan dapat diterapkan secara lebih konsisten pada berbagai saluran komunikasi, baik media cetak maupun digital.

Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian pelaku UMKM dalam mengelola komunikasi pemasaran di tengah perkembangan ekosistem bisnis digital.

GCKI Dorong Pendampingan Berkelanjutan

Ketua Yayasan GCKI, Dr. Ellys Lestari Pambayun, menyambut positif kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat tersebut.

Menurutnya, kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat memberikan edukasi yang lebih praktis dan relevan bagi pelaku usaha, khususnya dalam menghadapi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Setelah rangkaian pelatihan selesai, program tersebut diproyeksikan berlanjut ke tahap pendampingan intensif dan evaluasi.

Tahap lanjutan tersebut diharapkan dapat memastikan pelaku UMKM di Bojonggede mampu menerapkan identitas merek yang telah dikembangkan secara konsisten, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha agar semakin mandiri dan memiliki daya saing.

Kolaborasi UMB dan GCKI ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pengembangan identitas merek dan pemanfaatan teknologi digital, sehingga produk lokal memiliki nilai tambah serta mampu membangun komunikasi yang lebih kuat dengan konsumen.(Red)*