Seputarpublik.com, BEKASI — Proses evakuasi korban kecelakaan tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur dinyatakan rampung pada Selasa (28/4/2026) pukul 08.00 WIB.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Muhammad Syafii, memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di dalam rangkaian kereta setelah operasi pencarian dan penyelamatan selesai dilakukan.
“Pukul 08.00 WIB operasi evakuasi sudah selesai. Seluruh tim SAR sudah kembali ke home base masing-masing. Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan,” ujarnya dalam konferensi pers di lokasi kejadian.
Berdasarkan data terbaru, total korban dalam insiden ini mencapai 98 orang. Sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka.
Syafii mengungkapkan, sebagian besar korban jiwa ditemukan dalam kondisi terjepit material kereta, khususnya di gerbong khusus perempuan yang menjadi titik terdampak paling parah.
“Korban meninggal hampir semuanya karena terjepit,” katanya.
Selain itu, tim SAR juga berhasil mengevakuasi lima korban selamat yang sempat terjebak di bagian lokomotif dalam kondisi terjepit. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati melalui tahapan ekstrikasi untuk menghindari risiko cedera lebih parah.
Komentar