Seputar Publik / Berita

Wamendagri Bima Arya: Pemimpin Masa Depan Harus Mampu Baca Perubahan dan Pimpin Transformasi

Perubahan global, perkembangan AI, dinamika geopolitik, dan bonus demografi menuntut pemimpin adaptif yang mampu menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat menjadi pembicara dalam Advanced Leadership Programme (ALDP) 2026 bertajuk Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat menjadi pembicara dalam Advanced Leadership Programme (ALDP) 2026 bertajuk "Strategic Leadership for Innovative Growth" di Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026).

Untuk itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut membangun budaya belajar, meningkatkan kemampuan berkolaborasi, serta mampu menerjemahkan gagasan menjadi kebijakan dan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain inovasi, Bima menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kebijakan dan mempersiapkan regenerasi kepemimpinan.

Menurutnya, pemimpin yang baik tidak hanya dituntut mampu menghasilkan perubahan, tetapi juga memastikan program-program yang telah terbukti memberikan manfaat dapat terus dilanjutkan dan disempurnakan oleh generasi penerus.

"Pemimpin tidak hanya berbicara tentang apa yang bisa dilakukan hari ini, tetapi juga bagaimana memastikan perubahan dan kebijakan yang baik dapat terus berlanjut di masa depan," demikian pesan yang ditekankan dalam konteks kepemimpinan berkelanjutan.

Advanced Leadership Programme (ALDP) 2026 merupakan program kepemimpinan tingkat lanjut yang diikuti peserta dari perwakilan Departemen Perdana Menteri Malaysia, berbagai kementerian, serta pemerintah daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Director of Razak School of Government, National Institute of Public Administration (INTAN) Malaysia, Encik Azham.(Red)*

(Puspen Kemendagri)

Tulis Komentar

Komentar