Beranda
Seputar Publik / Berita

Wamendagri Wiyagus: Pemda Tak Bisa Jalan Sendiri, Kolaborasi Antardaerah Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global

Dalam forum Mitra Praja Utama di Semarang, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya sinergi lintas daerah untuk memperkuat ketahanan nasional, menjaga stabilitas ekonomi, dan menghadapi krisis global.
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus saat menghadiri forum Mitra Praja Utama di Semarang, menegaskan kolaborasi antardaerah sebagai strategi utama menghadapi tantangan global dan memperkuat ketahanan nasional. Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus saat menghadiri forum Mitra Praja Utama di Semarang, menegaskan kolaborasi antardaerah sebagai strategi utama menghadapi tantangan global dan memperkuat ketahanan nasional.

Seputarpublik.com || SEMARANG — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa pemerintah daerah (Pemda) tidak lagi dapat bekerja secara terpisah dalam menjalankan pemerintahan maupun pembangunan. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi antardaerah kini menjadi kebutuhan strategis nasional untuk menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan Wiyagus saat menghadiri Gala Dinner Malam Keakraban Mitra Praja Utama (MPU) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026).

> “Kerja sama antardaerah bukan lagi sekadar pilihan administratif, tetapi sudah menjadi kebutuhan strategis nasional,” ujar Wiyagus.

Ia menjelaskan, berbagai tantangan global seperti krisis energi, perubahan iklim, hingga ketidakpastian geopolitik dunia menuntut daerah untuk membangun kerja sama yang lebih erat, adaptif, dan berorientasi pada solusi bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus juga menyoroti pentingnya peran sepuluh provinsi anggota Mitra Praja Utama (MPU) yang dinilai memiliki kapasitas fiskal kuat serta kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kawasan Pulau Jawa, kata dia, saat ini menyumbang lebih dari 57 persen terhadap perekonomian nasional, sehingga potensi masing-masing daerah perlu saling melengkapi melalui keunggulan komparatif yang dimiliki.

Untuk memperkuat ketahanan nasional, Wiyagus mendorong peningkatan konektivitas antarwilayah, baik di sektor logistik, perdagangan, energi, maupun digitalisasi pemerintahan.

> “Daerah yang surplus pangan harus mampu menopang daerah yang membutuhkan. Kemudian daerah yang memiliki kapasitas fiskal kuat perlu menjadi penggerak pembangunan regional,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap forum MPU dapat menjadi wadah strategis yang melahirkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurutnya, kolaborasi regional harus mampu menjawab berbagai persoalan lintas wilayah, mulai dari pengendalian inflasi, penguatan ketahanan pangan dan energi, penanganan kebencanaan, hingga menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

> “Saya mendorong agar MPU dapat menjadi model kerja sama regional antardaerah yang adaptif, inovatif, dan mampu menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan lintas wilayah,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri, Direktur Eksekutif Mitra Praja Utama Suhajar Diantoro, serta sejumlah pejabat kementerian/lembaga dan perwakilan pemerintah daerah anggota MPU lainnya.

Melalui forum ini, Kemendagri menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan kolaborasi antardaerah sebagai fondasi penting dalam menghadapi tantangan global sekaligus mempercepat pembangunan nasional yang berkelanjutan.(Red)*