Namun, tersisih bukan berarti kalah. Wartawan tetap memiliki hal yang tidak dimiliki semua orang: tanggung jawab profesional. Ada kode etik, standar verifikasi, mekanisme koreksi, struktur redaksi, serta konsekuensi hukum dan moral. Di sisi lain, kreator konten memiliki kreativitas dan kedekatan dengan audiens, tetapi tidak selalu disertai fondasi etika yang kuat.
Krisis Batas: Berita, Opini, dan Hiburan
Krisis terbesar era ini adalah kaburnya batas antara berita, opini, dan hiburan. Konten dikemas seperti fakta, opini diperlakukan seperti berita, dan rumor diedit seolah hasil investigasi.
AI memperparah situasi. Deepfake, kloning suara, manipulasi gambar, dan narasi otomatis membuat hoaks tampak kredibel. Ketika publik bingung, kepercayaan runtuh. Dan ketika kepercayaan runtuh, yang diuntungkan adalah penyebar kebohongan.
Media Konvergensi sebagai Jalan Keluar
Solusinya bukan kembali ke masa lalu, tetapi beradaptasi melalui media konvergensi. Wartawan harus hadir di berbagai platform: teks, video pendek, podcast, live report, infografik, hingga ruang interaksi publik.
Komentar