“Menghadapi persaingan dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045, khususnya di Banten dan Tangerang Raya, lulusan UNIS tidak boleh mudah menyerah. Ijazah bukan sekadar garansi kenyamanan, melainkan lisensi belajar dan tiket perjuangan untuk terus melakukan upskilling dan reskilling tanpa henti,” ujar Mustofa di hadapan para wisudawan.
Ia juga menyoroti tantangan ekonomi global dan nasional yang dinilai berpengaruh terhadap kondisi ketenagakerjaan serta peluang penyerapan tenaga kerja formal.
Atas kondisi tersebut, Mustofa berpesan agar lulusan yang belum memperoleh pekerjaan tidak mudah putus asa. Ia mendorong para alumni untuk membangun kemandirian melalui kegiatan kewirausahaan, sembari terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri.
“Bagi alumni yang sudah memperoleh pekerjaan, saya berharap untuk terus mengembangkan kompetensinya agar karier ke depan semakin baik. Sementara bagi yang belum, bangun kemandirian dan berwirausaha dahulu,” katanya.
Untuk mempersiapkan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja, UNIS Tangerang terus mengoptimalkan peran Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang dimiliki kampus dan disebut berstandar nasional.
Komentar