Menurut Mustofa, keberadaan LSP menjadi sarana pendukung bagi mahasiswa untuk memperoleh pengakuan kompetensi tambahan di luar pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari melalui program studi masing-masing.
“Jadi, mereka bukan saja memperoleh pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan di program studinya, tetapi dengan LSP ini ada tambahan kompetensi. Sehingga kalau mereka mau bersaing di dunia yang lebih luas, saya yakin mereka sudah siap,” jelasnya.
Selain mendorong peningkatan kompetensi profesional, UNIS Tangerang juga membuka kesempatan bagi para alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Pascasarjana (S2).
Kesempatan tersebut ditujukan bagi lulusan yang ingin memperdalam bidang keahlian tertentu, termasuk mereka yang bercita-cita berkarier sebagai akademisi, dosen, widyaiswara, maupun tenaga profesional di bidang lainnya.
Menutup sambutannya, Mustofa menyampaikan tiga pesan utama kepada para wisudawan, yakni menjaga kesabaran, memperkuat tawakal dan doa, serta konsisten menerapkan prinsip pembelajaran sepanjang hayat atau lifelong learning.
“Ijazah itu adalah mahkota keilmuan, namun tindakan dan karya nyata para wisudawan yang akan mengukir sejarah. Jadilah obor penerang di tengah masyarakat dan pembawa kemajuan bagi bangsa dan agama,” pungkasnya.(Redaksi.)*
Komentar